Pria Tembaki Demonstran India Setelah Mengancam di Facebook
Jum'at, 31 Januari 2020 - 02:01 WIB
Pria Tembaki Demonstran India Setelah Mengancam di Facebook
A
A
A
NEW DELHI - Seorang pria bersenjata live di Facebook untuk memperingatkan dia akan mengambil "perjalanan terakhirnya" sebelum dia menembaki demonstran yang menolak Undang-undang (UU) kewarganegaraan India di New Delhi pada Kamis (30/1).
Aksi brutal itu melukai satu mahasiswa. Pelaku penembakan mengenakan jaket hitam dan senjata satu laras saat dia berdiri beberapa meter dari puluhan polisi di luar kampus Universitas Jamia Millia Islamia. Saat itu lebih dari 1.000 demonstran berkumpul untuk menggelar pawai.
Pelaku meneriakkan slogan-slogan menentang para demonstran, termasuk pada wanita berhijab. Pria itu kemudian menembakkan senjatanya ke arah demonstran.
Insiden penembakan semacam ini merupakan yang pertama kali terjadi di ibu kota India selama lebih dari sebulan unjuk rasa.
"Dia di depan semua orang, demonstran dan polisi berdiri dekat, tapi dia melompat masuk dari sisi ini, mengacungkan senjata dan mengatakan 'Mari saya akan memberimu kebebasan'," ungkap Aamir, saksi di lokasi kejadian.
UU Amandemen Kewarganegaraan memberi minoritas non-Muslim kemudahan menjadi warga India. Namun UU itu tidak berlaku bagi minoritas Muslim di India.
Pada Kamis (30/1) malam, ratusan polisi anti-huru-hara membawa gas air mata dan meriam air untuk berpatroli di lokasi saat demonstran menyanyikan lagu nasional dan mengibarkan bendera India.
Insiden penembakan ini memicu kekhawatiran dari oposisi bahwa para pemuda akan mengambil tindakan main hakim sendiri untuk melawan demonstran anti-pemerintah India.
Aksi brutal itu melukai satu mahasiswa. Pelaku penembakan mengenakan jaket hitam dan senjata satu laras saat dia berdiri beberapa meter dari puluhan polisi di luar kampus Universitas Jamia Millia Islamia. Saat itu lebih dari 1.000 demonstran berkumpul untuk menggelar pawai.
Pelaku meneriakkan slogan-slogan menentang para demonstran, termasuk pada wanita berhijab. Pria itu kemudian menembakkan senjatanya ke arah demonstran.
Insiden penembakan semacam ini merupakan yang pertama kali terjadi di ibu kota India selama lebih dari sebulan unjuk rasa.
"Dia di depan semua orang, demonstran dan polisi berdiri dekat, tapi dia melompat masuk dari sisi ini, mengacungkan senjata dan mengatakan 'Mari saya akan memberimu kebebasan'," ungkap Aamir, saksi di lokasi kejadian.
UU Amandemen Kewarganegaraan memberi minoritas non-Muslim kemudahan menjadi warga India. Namun UU itu tidak berlaku bagi minoritas Muslim di India.
Pada Kamis (30/1) malam, ratusan polisi anti-huru-hara membawa gas air mata dan meriam air untuk berpatroli di lokasi saat demonstran menyanyikan lagu nasional dan mengibarkan bendera India.
Insiden penembakan ini memicu kekhawatiran dari oposisi bahwa para pemuda akan mengambil tindakan main hakim sendiri untuk melawan demonstran anti-pemerintah India.
(sfn)