Soal Kemungkinan Cabut Sanksi Iran, Trump: Tidak, Terima Kasih!
Minggu, 26 Januari 2020 - 13:58 WIB
Soal Kemungkinan Cabut Sanksi Iran, Trump: Tidak, Terima Kasih!
A
A
A
WASHINGTON -
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dia tertarik untuk membahas kemungkinan mengurangi atau mencabut sanksi terhadap Iran. Ini adalah respon atas tawaran yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.
"Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Iran ingin bernegosiasi dengan AS, tetapi ingin sanksi dihapus. Tidak, terima kasih!" kata Trump dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (26/1/2020).
Zarif, saat melakukan wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel mengatakan bahwa untuk dapat kembali ke negosiasi mengenai kesepakatan nuklir, AS perlu mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.
"Pemerintahan Trump dapat memperbaiki masa lalunya, mencabut sanksi dan kembali ke meja perundingan. Kami masih di meja perundingan, mereka yang telah pergi," kata Zarif dalam wawancara tersebut.
AS sendiri diketahui semakin rutin menjatuhkan sanksi terhadap Iran, setelah Teheran melakukan serangan terhadap basis militer Washington di Irak. Trump telah menegaskan sanksi ini akan terus dipertahankan hingga Iran merubah sikap mereka.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dia tertarik untuk membahas kemungkinan mengurangi atau mencabut sanksi terhadap Iran. Ini adalah respon atas tawaran yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.
"Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Iran ingin bernegosiasi dengan AS, tetapi ingin sanksi dihapus. Tidak, terima kasih!" kata Trump dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (26/1/2020).
Zarif, saat melakukan wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel mengatakan bahwa untuk dapat kembali ke negosiasi mengenai kesepakatan nuklir, AS perlu mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.
"Pemerintahan Trump dapat memperbaiki masa lalunya, mencabut sanksi dan kembali ke meja perundingan. Kami masih di meja perundingan, mereka yang telah pergi," kata Zarif dalam wawancara tersebut.
AS sendiri diketahui semakin rutin menjatuhkan sanksi terhadap Iran, setelah Teheran melakukan serangan terhadap basis militer Washington di Irak. Trump telah menegaskan sanksi ini akan terus dipertahankan hingga Iran merubah sikap mereka.
(esn)