Taliban-Pemerintah Afghanistan Belum Sepakat Soal Gencatan Senjata

Minggu, 19 Januari 2020 - 16:19 WIB
Taliban-Pemerintah Afghanistan...
Taliban-Pemerintah Afghanistan Belum Sepakat Soal Gencatan Senjata
A A A
KABUL - Perundingan Pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban di Doha, Qatar, tampaknya belum menemui kata sepakat terkait dengan road map untuk mencapai perdamaian komprehensif melalui gencatan senjata.

Taliban sejatinya telah berkomitmen untuk mengurangi kekerasan sebagai langkah awal kesepakatan gencatanan senjata resmi dengan pemerintah Afghanistan. Pemimpin Taliban, Mullah Habitullah, diperkirakan akan berjanji untuk mengurangi kekerasan secara tertulis.

Namun tampaknya pemerintah Afghanistan di Kabul menganggap janji semacam itu tidak cukup. Mereka ingin mengajak Taliban langsung melompat ke perjanjian gencatan senjata.

"Pengurangan kekerasan tidak jelas, kami menginginkan gencatan senjata, itulah sebabnya kami berkeras gencatan senjata. Perang bukan untuk kepentingan Taliban dan sejauh ini tidak membawa atau mendapatkan prestasi apa pun," kata juru bicara kepresidenan Afghanistan, Sediq Sediqqi, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (19/1/2020).

Ia menambahkan bahwa sekarang pemerintah Afghanistan mendapat informasi tentang kemajuan pembicaraan di Qatar, mereka dapat diharapkan membawa hasil.

Pada gilirannya, Taliban melihat pengurangan kekerasan sebagai langkah menuju gencatan senjata komprehensif. Hal itu diungkapkan Jaksa Agung kelompok itu Jalaluddin Shinwari.

"Kami berharap bahwa pengurangan kekerasan akan berubah menjadi gencatan senjata; hasil dari saran Taliban tentang kekerasan juga telah disampaikan kepada (Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay) Khalilzad dan definisi pengurangan kekerasan telah diuraikan, tetapi untuk (mencapai) perdamaian kedua belah pihak harus fleksibel," ucap Shinwari.

Namun bagi Kabul, gencatan senjata didahulukan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Rohullah Ahmadzai mengatakan kepada Sputnik bahwa tentara Afghanistan akan terus memerangi Taliban sampai kelompok itu setuju untuk meletakkan senjata.

"Pasukan Afghanistan berjuang untuk perdamaian, kami menginginkan perdamaian radikal dan pihak lawan tidak menginginkan perdamaian yang mendasar. Di beberapa provinsi, Taliban telah meletakkan senjata mereka dan memiliki kehidupan yang layak atau baik. Jika Taliban memilih jalan ini, itu adalah untuk kepentingan semua warga Afghanistan," ujar Ahmadzai.

Dalam mengejar pengakuan, Taliban telah memimpin pemberontakan melawan pemerintah Afghanistan sejak awal 2000-an. Mereka juga meminta semua pasukan asing untuk mundur dari negara itu. Kelompok itu dituduh menyediakan tempat berlindung yang aman bagi organisasi teroris seperti al-Qaeda dan Negara Islam (IS dulu ISIS).

Selama tahun lalu, Amerika Serikat (AS) mengadakan sejumlah pembicaraan damai dengan Taliban dalam upaya untuk mendorong kelompok itu untuk memutuskan hubungan dengan teroris dan memulai pemulihan hubungan dengan pemerintah Afghanistan, sekaligus membuka jalan bagi pasukan AS untuk menarik diri. Sejauh ini belum ada hasil signifikan yang dicapai selama pembicaraan ini.
(ian)
Berita Terkait
Gubernur Perempuan Afghanistan...
Gubernur Perempuan Afghanistan Dilaporkan Ditangkap Taliban
Potret Anak-anak Anggota...
Potret Anak-anak Anggota Taliban Tenteng Senjata di Tengah Salju
Tokoh Senior Taliban...
Tokoh Senior Taliban Tiba di Afghanistan dari Tempat Pengasingan
Drama Evakuasi Timnas...
Drama Evakuasi Timnas Bola Wanita Afghanistan Menghindar dari Taliban
Hidup Afghanistan, Kibarkan...
'Hidup Afghanistan', Kibarkan Bendera Nasional Warga Afghanistan Menentang Taliban
Taliban Kuasai Kabul,...
Taliban Kuasai Kabul, Ribuan Warga Afghanistan Serbu Bandara untuk Melarikan Diri
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
1 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
2 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
3 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
5 jam yang lalu
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
6 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved