Paus Francis Desak AS-Iran Selesaikan Masalah Lewat Dialog
Kamis, 09 Januari 2020 - 20:36 WIB
Paus Francis Desak AS-Iran Selesaikan Masalah Lewat Dialog
A
A
A
VATIKAN - Pemimpin Vatikan, Paus Franciskus mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghindari eskalasi. Paus Francis juga mendesak kedua negara untuk mengejar dialog dan pengendalian diri untuk menghindari konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Dalam pidato tahunannya di hadapan para Duta Besar yang bertugas di Vatikan, Paus Francis menyatakan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.
"Terutama yang mengganggu adalah sinyal yang datang dari seluruh kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS," kata Paus Francis, seperti dilansir Reuters pada Kamis (9/1/2020).
Dia mengatakan, ketegangan berisiko merusak proses yang sedang berlangsung untuk pembangunan kembali di Irak, serta menetapkan dasar bagi konflik yang lebih luas yang ingin dihindari oleh semua pihak.
"Karena itu, saya memperbarui permohonan saya bahwa semua pihak yang berkepentingan menghindari eskalasi konflik dan tetap menghidupkan nyala dialog dan pengendalian diri, dalam penghormatan penuh terhadap hukum internasional," tukasnya.
Dalam pidato tahunannya di hadapan para Duta Besar yang bertugas di Vatikan, Paus Francis menyatakan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.
"Terutama yang mengganggu adalah sinyal yang datang dari seluruh kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS," kata Paus Francis, seperti dilansir Reuters pada Kamis (9/1/2020).
Dia mengatakan, ketegangan berisiko merusak proses yang sedang berlangsung untuk pembangunan kembali di Irak, serta menetapkan dasar bagi konflik yang lebih luas yang ingin dihindari oleh semua pihak.
"Karena itu, saya memperbarui permohonan saya bahwa semua pihak yang berkepentingan menghindari eskalasi konflik dan tetap menghidupkan nyala dialog dan pengendalian diri, dalam penghormatan penuh terhadap hukum internasional," tukasnya.
(esn)