Kerugian Awal Akibat Kebakaran di Australia Capai Rp7 Triliun

Selasa, 07 Januari 2020 - 10:06 WIB
Kerugian Awal Akibat...
Kerugian Awal Akibat Kebakaran di Australia Capai Rp7 Triliun
A A A
SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison bersiap bertemu para eksekutif asuransi dan bank untuk membahas krisis kebakaran di negara itu. Kebakaran telah menghanguskan lahan lebih dari 8 juta hektare di penjuru Australia.

Dewan Asuransi Australia (ICA) meningkatkan perkiraan untuk klaim kerugian akibat kebakran mencapai lebih dari USD485,59 juta (Rp7 triliun) pada Selasa (7/1). Klaim itu diperkirakan terus bertambah saat lebih banyak wilayah kebakaran dapat diakses.

Ribuan orang mengungsi dan 25 orang tewas akibat kebakaran itu. Ribuan rumah hangus terbakar, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik, jaringan komunikasi, dan layanan air bersih akibat kebakaran. Upaya penyelamatan dan dukungan untuk para korban terus berlangsung.

Morrison menjanjikan dana 2 miliar dolar Australia untuk lembaga yang baru dibentuk Badan Pemulihan Kebakaran Lahan Nasional (NBRA). Komitmen ini dapat mengancam pelaksanaan janji kampanyenya untuk menciptakan surplus anggaran pertama dalam lebih dari satu dekade pada tahun ini.

"Ada dampak ekonomi sangat besar, tapi kami ingin mengucurkan uang pada komunitas-komunitas itu secepat mungkin," ungkap Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg pada Australian Broadcasting Corp menjelang pertemuan antara Morrison dan para eksekutif keuangan.

Para petugas pemadam terus bekerja keras mengontrol kebakaran sebelum suhu kembali naik dan angin kencang kembali berhembus setelah pekan ini.

"Mereka berupaya mengamankan garis depan kebakaran di mana mereka dapat mencoba meminimalisir kebakaran yang dapat kembali terjadi saat suhu naik lagi," ungkap Rob Rogers, Deputi Kepala Badan Kebakaran Desa NSW (RFS).

Militer Australia dikerahkan untuk membantu menguburkan sekitar 4.000 sapi dan domba yang mati akibat kebakaran. Petugas berupaya melaksanakan penguburan itu secepat mungkin untuk mencegah penyebaran penyakit.
(sfn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
30 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
55 menit yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
1 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved