Presiden Iran Janji Balas Dendam atas Tewasnya Jenderal Soleimani

Jum'at, 03 Januari 2020 - 20:33 WIB
Presiden Iran Janji...
Presiden Iran Janji Balas Dendam atas Tewasnya Jenderal Soleimani
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan belasungkawa atas tewasnya komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Letnan Jenderal Qassem Soleimani. Ia menekankan, bahwa Iran dan negara-negara bebas lainnya di wilayah itu akan membalas dendam atas tindakan Amerika Serikat (AS) itu.

"Kemartiran Jenderal Soleimani dan sejumlah rekannya di tangan AS yang agresif dan kriminal telah melipatgandakan tekad rakyat Iran dan negara-negara bebas lainnya untuk melawan kekejaman AS dan mempertahankan nilai-nilai Islam," kata Rouhani, seperti dikutip dari Fars.

"Tanpa diragukan lagi, tindakan pengecut dan keji ini adalah tanda lain dari frustrasi, kelemahan dan ketidakberdayaan Amerika Serikat di wilayah ini dan perasaan kebencian di pihak negara-negara regional terhadap rezim agresor ini yang telah melanggar semua prinsip dan norma manusia dan hak internasional dengan kebrutalan yang paling tidak manusiawi, merekam stigma lain di halaman-halaman mesum negara ini," lanjutnya.

"Tidak ada keraguan bahwa Iran dan negara-negara bebas lainnya di wilayah itu akan membalas dendam atas kejahatan mengerikan ini dari penjahat Amerika," tegasnya. Jenderal Soleimani menjadi martir dalam serangan pembunuhan yang ditargetkan oleh pesawat AS di Bandara Internasional Baghdad, Jumat (3/1) pagi.

Serangan udara itu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak, atau Hashad al-Shabi. Kelompok media PMF melaporkan, keduanya mati syahid dalam serangan udara Amerika yang menargetkan kendaraan mereka di jalan menuju bandara.

Pentagon mengkonfirmasi serangan itu dalam sebuah pernyataan. Serangan itu terjadi di tengah ketegangan yang dimulai oleh serangan AS terhadap unit PMF yang menewaskan 28 pasukan Irak. Sehari kemudian, warga Irak menyerang kedutaan AS di Baghdad. Pada pertengahan pekan ini, Presiden Donald Trump memerintahkan sekitar 750 tentara AS dikerahkan ke Timur Tengah.

Para pejabat AS sebelumnya menyarankan mereka untuk melakukan serangan balasan lebih lanjut di Irak. Perkembangan ini juga mewakili penurunan besar dalam hubungan Irak-AS, yang selanjutnya dapat melemahkan pengaruh AS di kawasan itu dan pasukan Amerika di Irak dan melemahkan tangan Washington dalam kampanye tekanannya terhadap Iran.
(esn)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
43 menit yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
5 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved