Trump: Saya Tidak Ingin Perang dengan Iran
Rabu, 01 Januari 2020 - 10:53 WIB
Trump: Saya Tidak Ingin Perang dengan Iran
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku tidak ingin, atau meramalkan, perang dengan Iran. Pernyataan ini datang tidak lama setelah Trump mengatakan akan merespon dengan keras apa yang dia sebut upaya serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Irak oleh Iran.
"Apakah saya mau (perang dengan Iran)? Tidak. Saya ingin memiliki kedamaian. Saya suka kedamaian dan Iran seharusnya ingin perdamaian lebih dari siapa pun. Jadi saya tidak melihat itu terjadi," ucap Trump, seperti dilansir Reuters pada Rabu (1/1/2020).
Sementara itu, terkait serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad, Washington memutuskan untuk mengirim ratusan personel tentara tambahan ke Irak.
Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa sekitar 750 tentara dari unit tanggap cepat Divisi Lintas Udara ke-82 siap untuk dikerahkan dalam beberapa hari ke depan ke wilayah itu.
"Penempatan ini adalah tindakan yang tepat dan tindakan pencegahan yang diambil sebagai tanggapan terhadap peningkatan tingkat ancaman terhadap personel dan fasilitas AS, seperti yang kita saksikan di Baghdad hari ini," katanya.
AS telah menerbangkan tim tanggap cepat Marinir ke Baghdad untuk memperkuat kedutaannya, usai terjadinya serangan. Serangan ini membuat asap dan api membumbung dari pintu masuk kedutaan dan semakin meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington.
"Apakah saya mau (perang dengan Iran)? Tidak. Saya ingin memiliki kedamaian. Saya suka kedamaian dan Iran seharusnya ingin perdamaian lebih dari siapa pun. Jadi saya tidak melihat itu terjadi," ucap Trump, seperti dilansir Reuters pada Rabu (1/1/2020).
Sementara itu, terkait serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad, Washington memutuskan untuk mengirim ratusan personel tentara tambahan ke Irak.
Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa sekitar 750 tentara dari unit tanggap cepat Divisi Lintas Udara ke-82 siap untuk dikerahkan dalam beberapa hari ke depan ke wilayah itu.
"Penempatan ini adalah tindakan yang tepat dan tindakan pencegahan yang diambil sebagai tanggapan terhadap peningkatan tingkat ancaman terhadap personel dan fasilitas AS, seperti yang kita saksikan di Baghdad hari ini," katanya.
AS telah menerbangkan tim tanggap cepat Marinir ke Baghdad untuk memperkuat kedutaannya, usai terjadinya serangan. Serangan ini membuat asap dan api membumbung dari pintu masuk kedutaan dan semakin meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington.
(esn)