Erdogan Akui Turki Sudah Tak Mampu Tampung Pengungsi Suriah
Senin, 23 Desember 2019 - 20:21 WIB
Erdogan Akui Turki Sudah Tak Mampu Tampung Pengungsi Suriah
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat menangani gelombang migran baru dari Suriah. Gelombang pengungsi baru datang dari Suriah di tengah terus memburuknya situasi di wilayah Idlib.
Berbicara pada upacara penghargaan di Istanbul, Erdogan mengatakan, lebih dari 80 ribu orang saat ini mengungsi dari Idlib ke Turki. Mereka melarikan diri serangan udara dari Rusia dan pemerintah Suriah di wilayah tersebut.
Erdogan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (23/12/2019), kemudian mengatakan bahwa negara-negara Eropa akan merasakan dampak dari gelombang imigran, jika kekerasan di wilayah Idlib Suriah tidak segera dihentikan.
"Itu sulit untuk dihindari untuk melihat kembali kondisi di Eropa seperti yang terjadi dalam krisis migran 2015, kecuali jika mereka membantu menghentikan kekerasan di wilayah tersebut," ucap Erdogan.
Dia juga mengatakan Turki melakukan segala kemungkinan dengan Rusia agar serangan udara di Idlib dihentikan. Dia mengatakan delegasi Turki akan pergi ke Moskow untuk membahas perkembangan di Suriah dan bahwa Turki akan menentukan langkah apa yang harus diambil setelah pembicaraan itu.
Berbicara pada upacara penghargaan di Istanbul, Erdogan mengatakan, lebih dari 80 ribu orang saat ini mengungsi dari Idlib ke Turki. Mereka melarikan diri serangan udara dari Rusia dan pemerintah Suriah di wilayah tersebut.
Erdogan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (23/12/2019), kemudian mengatakan bahwa negara-negara Eropa akan merasakan dampak dari gelombang imigran, jika kekerasan di wilayah Idlib Suriah tidak segera dihentikan.
"Itu sulit untuk dihindari untuk melihat kembali kondisi di Eropa seperti yang terjadi dalam krisis migran 2015, kecuali jika mereka membantu menghentikan kekerasan di wilayah tersebut," ucap Erdogan.
Dia juga mengatakan Turki melakukan segala kemungkinan dengan Rusia agar serangan udara di Idlib dihentikan. Dia mengatakan delegasi Turki akan pergi ke Moskow untuk membahas perkembangan di Suriah dan bahwa Turki akan menentukan langkah apa yang harus diambil setelah pembicaraan itu.
(esn)