Kapal Perang Prancis Pimpin Patroli Teluk Arab Tahun Depan

Jum'at, 20 Desember 2019 - 02:05 WIB
Kapal Perang Prancis...
Kapal Perang Prancis Pimpin Patroli Teluk Arab Tahun Depan
A A A
PARIS - Militer Prancis memastikan pengiriman kapal perang untuk memimpin patroli Eropa di wilayah Teluk Persia atau Teluk Arab dimulai tahun depan. Operasi itu untuk menjamin keamanan kapal-kapal tanker minyak dan kargo di wilayah yang marak terjadi serangan pada tahun ini.

Keputusan pengiriman kapal perang itu disampaikan pihak angkatan bersenjata Prancis pada hari Kamis.

Pemerintah Prancis telah mendorong untuk membuat alternatif patroli keamanan Eropa di Selat Hormuz, Teluk Persia, setelah enggan mengambil bagian dalam patroli koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Prancis dan negara-negara lain termasuk Jerman telah khawatir bahwa bergabung dengan misi AS akan mengirim pesan yang salah pada saat meningkatnya gesekan antara Washington dan Teheran. Beberapa negara Eropa yang terlibat perjanjian nuklir dengan Iran tahun 2015 sedang berusaha menyelamatkan perjanjian itu setelah Amerika Serikat menarik diri pada tahun 2018.

"Fregat Courbet akan mengambil bagian dalam prakarsa keamanan maritim Eropa mulai awal tahun depan," kata Wakil Juru Bicara Angkatan Bersenjata Prancis, Brigadir Jenderal Anne-Cecile Ortemann, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/12/2019).

Tahun ini situasi di Teluk semakin akut ketika Amerika Serikat memindahkan lebih banyak aset tempurnya di sana untuk melawan ancaman Iran.

Pada bulan Mei dan Juni, beberapa serangan terjadi terhadap kapal-kapal tanker minyak internasional, termasuk kapal tanker minyak Arab Saudi, di perairan Teluk Arab. AS menuduh Iran terlibat dalam serangkaian serangan itu, namun Teheran membantahnya.

Pada bulan Juli, pasukan Iran menangkap sebuah kapal tanker minyak Inggris di perairan Teluk Persia setelah marinir Inggris menangkap sebuah kapal tanker minyak Iran di Selat Gibraltar. Kedua kapal kemudian dibebaskan.

Prancis mengatakan bahwa sekitar 10 negara Eropa dan non-Eropa akan bergabung dengan misinya, sambil menunggu persetujuan parlemen. Prancis akan menggunakan pangkalan Angkatan Laut-nya di Uni Emirat Arab sebagai pusat komando.

Sejauh ini hanya Belanda dan Denmark yang mengonfirmasi partisipasi. Ortemann mengatakan fregat Belanda dan helikopter akan mulai beroperasi di perairan itu mulai Februari tahun depan. Sebuah kapal Denmark akan ikut membantu pada musim gugur nanti.

Iran telah menolak langkah patroli maritim Eropa dan AS dengan mengatakan bahwa kekuatan asing harus menyerahkan keamanan jalur pelayaran itu kepada Teheran dan negara lainnya di wilayah tersebut. Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui Selat Hormuz.

Tidak jelas berapa banyak negara yang telah bergabung dengan misi AS, yang dimulai pada bulan November, meskipun Australia dan Inggris telah melakukan pengiriman aset tempurnya. Pemerintah Inggris memilih menghindar dari misi patroli Eropa.

Di bawah rencana Washington, Amerika Serikat akan menyediakan kapal koordinasi dan memimpin upaya pengawasan ketika sekutu-sekutunya berpatroli di perairan terdekat dan mengawal kapal komersial dengan bendera negara mereka.
(mas)
Berita Terkait
Militer Saudi Lepaskan...
Militer Saudi Lepaskan Tembakan Peringatan pada Kapal Perang Iran
Militer Saudi Usir Kapal...
Militer Saudi Usir Kapal Perang Iran dengan Tembakan Peringatan
Berniat Lindungi Arab...
Berniat Lindungi Arab Saudi dari Rudal Iran, Prancis Kini Cuma Punya Senjata Ini
Memanas, Militer AS...
Memanas, Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk di Laut Arab
Bukan Hanya Sekadar...
Bukan Hanya Sekadar Minyak dan Iran, 4 Alasan Arab Saudi Beraliansi dengan AS
Kapal Iran Lakukan Manuver...
Kapal Iran Lakukan Manuver Dekati Kapal AS di Laut Arab
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
17 menit yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
3 jam yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved