Lewat Surat, Trump Luapkan Kemarahannya kepada Ketua DPR AS

Rabu, 18 Desember 2019 - 13:21 WIB
Lewat Surat, Trump Luapkan...
Lewat Surat, Trump Luapkan Kemarahannya kepada Ketua DPR AS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengcam upaya pemakzulan dirinya dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi. Dalam suratnya, Trump menuding Pelosi telah menyatakan perang terbuka terhadap demokrasi AS.

"Kau telah meremehkan pentingnya kata yang sangat jelek, pemakzulan!" tulis Trump dalam suratnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/12/2019).

Dalam surat enam halaman itu, Trump menyatakan dirinya sejak awal telah dihapus dari proses pemakzulan yang disebut sebagai penipuan dan menyangkal hak-hak paling mendasar yang diberikan oleh Konstitusi, termasuk hak untuk memberikan bukti.

"Proses yang lebih adil diberikan kepada mereka yang dituduh dalam Persidangan Penyihir Salem," tulis Trump.

Pelosi sendiri mengatakan bahwa ia belum membaca surat itu secara penuh tetapi telah melihat esensinya dan berpikir itu "benar-benar sakit."

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan pemungutan suara terkait pemakzulan, Pelosi mengatakan DPR akan menggunakan salah satu kekuatan paling resmi yang diberikan oleh konstitusi.

"Selama saat yang penuh doa ini dalam sejarah bangksa kita, kita harus menghormati sumpah kita untuk mendukung dan mempertahankan konstitusi kita dari semua musuh, asing dan domestik," imbuhnya,

Trump sendiri sebenarnya diundang secara terbuka oleh Ketua Demokrat dari Komite Kehakiman DPR AS untuk memberikan bukti dalam proses pemakzulan, yang juga memungkinkan tim hukumnya untuk menanyai para saksi, tetapi ia menolak.

Trump akan menghadapi pemungutan suara pada Rabu waktu setempat atas tuduhan ia menekan Ukraina untuk keuntungan pribadi.

Ia menghadapai dua tuduhan pemakzulan yaitu menghalangi penyelidikan Kongres dengan menolak untuk bekerja sama dengan penyelidikan pemakzulan, melarang staf bersaksi, dan menahan bukti-bukti. Tuduhan lain adalah berusaha menggunakan kekuasaannya untuk menekan Ukraina menyelidiki saingan politiknya dari Partai Demokrat Joe Biden.

Jika DPR, yang dikuasai Partai Demokrat, memberikan suara sesuai dengan garis kebijakan partai maka Trump akan menjadi presiden AS ketiga dalam sejarah negara itu yang dimakzulkan. Dia kemudian akan diadili di Senat, di mana Senator dari Partai Demokrat dan Republik wajib bertindak sebagai juri independen. Senat sendiri dikuasai oleh Partai Republik, partai pendukung Trump.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
5 menit yang lalu
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
32 menit yang lalu
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
53 menit yang lalu
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
1 jam yang lalu
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
2 jam yang lalu
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
3 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved