Usai Demo Tolak UU Anti Muslim, Mahasiswa India Bersihkan Jalanan

Rabu, 18 Desember 2019 - 11:56 WIB
Usai Demo Tolak UU Anti...
Usai Demo Tolak UU Anti Muslim, Mahasiswa India Bersihkan Jalanan
A A A
NEW DELHI - Mahasiswa Universitas Jamia Millia Islamia mengabadikan aksi membersihkan jalanan di sekitar kampus mereka yang menjadi ajang "pertempuran" saat melakukan aksi menolak undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial. Undang-undang kewarganegaraan India yang baru dianggap diskriminatif terhadap umat Muslim.

Aksi protes menentang undang-undang Anti-Muslim itu dilakukan selama berhari-hari. Karenanya tidak mengherankan jika sisa-sisa poster, plakat, makanan dan sampah lainnya berserakan usai aksi protes.

Sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial, beberapa mahasiswa yang terkepung memberanikan diri untuk membersihkan sampah yang tertinggal seperti dilansir dari Russia Today, Rabu (18/12/2019).

Para demonstran sendiri terus melanjutkan aksi mereka terhadap Amandemen Undang-undang Kewarganegaraan yang kontroversial selama akhir pekan lalu, meskipun banyak dari mereka yang ditangkap dan menderita cedera.

Bentrokan terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa di seluruh negeri, dan pihak berwenang menembakkan gas air mata serta pentungan untuk membubarkan kerumunan.

Sebelah tenggara New Delhi menjadi medan perang di tengah serangan balik terhadap undang-undang baru yang memberikan kewarganegaraan kepada pengungsi non-Muslim dari Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh.

Selama berlangsungnya aksi protes, lebih dari 100 demonstran, polisi, dan petugas pemadam kebakaran terluka sementara beberapa aksi penangkapan juga dilakukan sehubungan dengan tindak kekerasan, termasuk penangkapan terhadap 10 orang non-siswa pada 17 Desember lalu karena menghasut tindak kekerasan.

Pemerintah India mengatakan undang-undang kewarganegaraan yang baru akan melindungi kelompok minoritas yang teraniaya, karena menyederhanakan perolehan kewarganegaraan untuk enam kelompok agama.

Perdana Menteri Narendra Modi mengutuk aksi protes, dan menekankan bahwa undang-undang tersebut mencerminkan budaya belas kasih serta tidak akan merugikan orang India.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
7 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
8 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
10 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
10 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
12 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
13 jam yang lalu
Infografis
Tommy Robinson, Biang...
Tommy Robinson, Biang Kerok Kerusuhan Anti-Muslim di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved