Polisi dan Demonstran Bentrok di New Delhi Terkait UU Warganegara
Selasa, 17 Desember 2019 - 23:07 WIB
Polisi dan Demonstran Bentrok di New Delhi Terkait UU Warganegara
A
A
A
NEW DELHI - Polisi menembakkan peluru tajam ke udara saat ribuan demonstran turun ke jalan pada Selasa (17/12), dalam bentrok terbaru di New Delhi, India. Demonstran menentang Undang-undang (UU) yang memudahkan non-Muslim dari negara tetangga mendapat kewarganegaraan.
Penentang UU Amandemen Kewarganegaraan meningkat sejak pekan lalu namun pemerintahan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi tampaknya tetap tak terpengaruh. Dalam UU itu, pemerintah mengizinkan agama minoritas dari Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan untuk mendapat kewarganegaraan India.
"Baik pemerintahan saya dan saya teguh seperti batu yang kami tidak akan bergerak atau mundur terhadap protes kewarganegaraan itu," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) India Amit Shah pada Times Network saat wawancara.
Namun para pengkritik menyatakan UU itu melemahkan pondasi sekuler India karena kebijakan itu tidak berlaku untuk Muslim. Warga Muslim India pun terus turun ke jalan menentang UU tersebut.
Di wilayah Seelampur, Delhi, kepolisian menembakkan peluru tajam ke udara dan melepas lebih dari 60 kali gas air mata untuk memaksa ribuan demonstran mundur atau membubarkan diri.
Personil polisi Rajendra Prasad Meena menyatakan unjuk rasa semakin tak terkendali setelah beberapa demonstran mulai melemparkan batu ke arah polisi yang membentuk barikade.
"Lalu situasi memburuk dan kami menembakkan gas air mata," ungkap Meena.
Seorang demonstran, Sahil menyatakan UU baru itu harus dicabut. "Ini melanggar konstitusi," tegas dia pada Reuters.
Penentang UU Amandemen Kewarganegaraan meningkat sejak pekan lalu namun pemerintahan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi tampaknya tetap tak terpengaruh. Dalam UU itu, pemerintah mengizinkan agama minoritas dari Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan untuk mendapat kewarganegaraan India.
"Baik pemerintahan saya dan saya teguh seperti batu yang kami tidak akan bergerak atau mundur terhadap protes kewarganegaraan itu," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) India Amit Shah pada Times Network saat wawancara.
Namun para pengkritik menyatakan UU itu melemahkan pondasi sekuler India karena kebijakan itu tidak berlaku untuk Muslim. Warga Muslim India pun terus turun ke jalan menentang UU tersebut.
Di wilayah Seelampur, Delhi, kepolisian menembakkan peluru tajam ke udara dan melepas lebih dari 60 kali gas air mata untuk memaksa ribuan demonstran mundur atau membubarkan diri.
Personil polisi Rajendra Prasad Meena menyatakan unjuk rasa semakin tak terkendali setelah beberapa demonstran mulai melemparkan batu ke arah polisi yang membentuk barikade.
"Lalu situasi memburuk dan kami menembakkan gas air mata," ungkap Meena.
Seorang demonstran, Sahil menyatakan UU baru itu harus dicabut. "Ini melanggar konstitusi," tegas dia pada Reuters.
(sfn)