Pengadilan Tolak Penyitaan Kekayaan Marcos Senilai Rp55 Triliun

Selasa, 17 Desember 2019 - 05:01 WIB
Pengadilan Tolak Penyitaan...
Pengadilan Tolak Penyitaan Kekayaan Marcos Senilai Rp55 Triliun
A A A
MANILA - Pengadilan Filipina menolak kasus penyitaan yang melibatkan keluarga mendiang diktator Ferdinand Marcos dengan alasan tidak cukup bukti untuk memerintahkan penyitaan harta senilai USD3,93 miliar (Rp55 triliun).

Kasus penyitaan itu telah berlangsung 39 tahun. Pengadilan anti-korupsi telah membuat keputusan yang menguntungkan keluarga Marcos selama empat kali sejak Agustus. Hakim menyatakan dokumen fotokopi tidak dapat digunakan sebagai bukti, sehingga kasus itu tidak akan diproses.

Kasus itu telah disebut sebagai "ibu" semua kasus dalam upaya tiga dekade oleh tim kepresidenan khusus untuk mendapatkan kembali kekayaan senilai USD10 miliar yang diambil oleh Marcos dan keluarganya yang hidup mewah selama 20 tahun berkuasa.

Komisi Kepresidenan untuk Pemerintahan yang Baik berupaya memperoleh USD3,93 miliar berupa saham, uang tunai lokal dan asing, serta real estate di dalam negeri dan di Amerika Serikat (AS) serta Inggris. Kasus itu juga termasuk 177 lukisan dan 42 perhiasan senilai hampir USD9 juta.

Dalam keputusan pengadilan setebal 58 halaman, pengadilan menyatakan, "Mengakui berbagai kejahatan yang dilakukan selama status darurat militer di rezim Marcos dan penjarahan terhadap sumber daya negara."

"Meski dmeikian, tak adanya bukti yang cukup yang mungkin membawa pada kesimpulan bahwa berbagai properti itu merupakan harta haram, pengadilan tidak dapat memerintahkan mengembalikannya pada perbendaharaan nasional," ungkap keputusan pengadilan Thailand, dilansir Reuters.

Pengadilan yang sama juga menolak kasus serupa pada keluarga Marcos pada Agustus, September, dan Oktober, semuanya karena kurang bukti. Keluarga Marcos hingga saat ini masih memiliki banyak pendukung di birokrasi, elit politik dan elit bisnis.
(sfn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
15 menit yang lalu
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
1 jam yang lalu
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
2 jam yang lalu
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
3 jam yang lalu
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
4 jam yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
5 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved