Israel pada UE: Pengakuan Sepihak Terhadap Palestina Perumit Masalah

Minggu, 15 Desember 2019 - 18:26 WIB
Israel pada UE: Pengakuan...
Israel pada UE: Pengakuan Sepihak Terhadap Palestina Perumit Masalah
A A A
TEL AVIV -

Mantan Duta Besar Israel untuk Italia, Gideon Meir mengatakan, pengakuan sepihak dari Uni Eropa (UE) atas kedaulatan Palestina tidak akan menyelesaikan masalah. Meir menyebut, hal ini justru akan memperumit situasi.

Menteri Luar Negeri Luksemburg, Jean Asselborn beberapa waktu lalu mengajukan sebuah inisiatif yang menyerukan agar UE mengakui kedaulatan Palestina. Asselborn dilaporkan telah mengirim surat kepada 27 Menteri Luar Negeri UE, yang mendesak mereka untuk mengadakan diskusi tentang konflik Israel-Palestina dan resolusi secepatnya.

Meir mengatakan, langkah itu bukanlah hal baru dan inisiatif serupa terjadi di masa lalu. Dia mencotohkan, pada 2014 Parlemen Eropa memilih mendukung resolusi yang tidak mengikat yang menyerukan negara UE untuk mengakui Palestina.

Dia menuturkan, Israel tidak khawatir akan seruan terbaru. Meir menyebut, agar keputusan UE mengikat, pertama-tama harus diterima oleh para Menteri Luar Negeri UE dan kemudian oleh kepala negara dan menyebut keputusan bulat akan terhambat oleh adanya perpecahan di dalam blok.

"Sejumlah negara Eropa Timur, yang memiliki beberapa pemerintahan paling nasionalistis, telah mendukung Israel. Benjamin Netanyahu menggunakan kartu ini untuk memecah suara UE, sehingga menyulitkan blok tersebut untuk mengeluarkan resolusi anti-Israel," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (15/12/2019).

Namun demikian, Meir mengatakan dia tidak akan terkejut jika suatu hari UE mengakui kedaulatan Palestina. Tetapi, papar diplomat senior Israel itu, hal tersebut tidak akan membawa Palestina, bahkan satu inci lebih dekat ke tujuan akhir kemerdekaan mereka.

"Pengakuan sepihak tidak akan menyelesaikan apa pun. Justru yang terjadi adalah sebaliknya itu akan membuat Palestina semakin tidak relevan di mata orang Israel. Agar terobosan dapat dicapai, Palestina perlu duduk untuk melakukan pembicaraan dengan Israel," ujarnya.

"Sejauh ini, mereka melewatkan setiap kesempatan untuk melakukannya di masa lalu", katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah sayap kanan Israel juga harus disalahkan atas situasi ini, mengerahkan sedikit upaya untuk membangun perdamaian dengan tetangga-tetangganya Palestina," sambungnya.

Meir menambahkan, sebagai negara yang kuat, Israel harus menjadi pihak yang memprakarsai dan mendorong pembicaraan.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
12 menit yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
52 menit yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
1 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
2 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
3 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved