Terancam Dilengserkan, Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks

Sabtu, 14 Desember 2019 - 02:23 WIB
Terancam Dilengserkan,...
Terancam Dilengserkan, Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proses pemakzulan terhadap dirinya. Ia menyebut hal itu sebagai hoaks dan mengatakan tidak keberatan dengan persidangan yang panjang di Senat.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengecam proses pemakzulan sebagai hoaks dan mengatakan Partai Demokrat sedang meremehkan proses pemakzulan.

"Ini hal yang sangat menyedihkan bagi negara kita, tetapi tampaknya sangat baik bagi saya secara politis," kata Trump, dengan alasan bahwa persentase jajak pendapatnya telah meningkat.

“Pemakzulan itu hoaks. Itu palsu," cetusnya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/12/2019).

Trump mengatakan dia terbuka untuk proses pemakzulan yang pendek atau panjang di Senat, yang diperkirakan akan mengadakan persidangan pada Januari mendatang. Ia pun kembali menyatakan ingin bertemu dengan sang whistleblower yang pengaduannya menyebabkan Partai Demokrat meluncurkan penyelidikan.

"Saya akan melakukan apa pun yang saya mau. Jadi saya akan mengikuti (proses pemakzulan) panjang atau pendek," ujar Trump.

"Saya tidak akan keberatan dengan proses yang panjang, karena saya ingin melihat pelapor, yang merupakan penipu."

Trump mengatakan bahwa menggunakan proses pemakzulan terhadapnya tidak baik bagi Amerika Serikat. Trump telah berulang kali berargumen bahwa ia tidak melakukan kesalahan selama panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada bulan Juli lalu di mana ia mendesak negara itu untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. .

“Tidak ada yang salah dilakukan. Menggunakan kekuatan pemakzulan untuk omong kosong ini adalah hal yang memalukan bagi negara ini,” tukasnya.

Sebelumnya diwartakan Komite Kehakiman DPR AS, yang dikontrol Partai Demokrat, menyetujui dua dakwaan yang dialamatkan kepada Presiden Donald Trump. Kondisi ini membuat Trump berada di ambang pemakzulan.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
15 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
2 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
3 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved