PBB Tak Bisa Pastikan Senjata dalam Serangan di Saudi dari Iran
Rabu, 11 Desember 2019 - 11:01 WIB
PBB Tak Bisa Pastikan Senjata dalam Serangan di Saudi dari Iran
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan PBB tak dapat secara independen memastikan bahwa rudal dan drone yang digunakan dalam serangan di fasilitas minyak Arab Saudi pada September, berasal dari Iran.
Amerika Serikat (AS), kekuatan Eropa dan Saudi menyalahkan Iran atas serangan pada 14 September itu. Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Iran menyangkal terlibat dalam serangan itu.
Guterres menjelaskan, PBB memeriksa serpihan senjata yang digunakan dalam serangan di fasilitas minyak Saudi di Afif pada Mei, di bandara internasional Abha pada Juni dan Agustus, serta di fasilitas minyak Aramco di Khurais dan Abqaiq pada September.
"Pada saat ini, PBB tak dapat membenarkan secara independen bahwa rudal jelajah dan kendaraan udara tanpa awak yang digunakan dalam berbagai serangan itu berasal dari Iran," ungkap Guterres dalam laporan tertulis yang diterima Reuters.
Serangan yang menargetkan Abqaiq dan Khurais mengakibatkan kenaikan harga minyak, kebakaran dan kerusakan, serta terhentinya lebih dari 5% suplai minyak global. Saudi menyatakan pada 3 Oktober bahwa pihaknya telah sepenuhnya memulihkan output minyak.
Laporan PBB menyatakan, "Houthi tidak terbukti memiliki atau tidak dinilai memiliki jenis drone yang digunakan dalam serangan di fasilitas Aramco."
Amerika Serikat (AS), kekuatan Eropa dan Saudi menyalahkan Iran atas serangan pada 14 September itu. Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Iran menyangkal terlibat dalam serangan itu.
Guterres menjelaskan, PBB memeriksa serpihan senjata yang digunakan dalam serangan di fasilitas minyak Saudi di Afif pada Mei, di bandara internasional Abha pada Juni dan Agustus, serta di fasilitas minyak Aramco di Khurais dan Abqaiq pada September.
"Pada saat ini, PBB tak dapat membenarkan secara independen bahwa rudal jelajah dan kendaraan udara tanpa awak yang digunakan dalam berbagai serangan itu berasal dari Iran," ungkap Guterres dalam laporan tertulis yang diterima Reuters.
Serangan yang menargetkan Abqaiq dan Khurais mengakibatkan kenaikan harga minyak, kebakaran dan kerusakan, serta terhentinya lebih dari 5% suplai minyak global. Saudi menyatakan pada 3 Oktober bahwa pihaknya telah sepenuhnya memulihkan output minyak.
Laporan PBB menyatakan, "Houthi tidak terbukti memiliki atau tidak dinilai memiliki jenis drone yang digunakan dalam serangan di fasilitas Aramco."
(sfn)