AS Buru Peretas Rusia Evil Corp Setelah Curi Rp1,4 Triliun

Jum'at, 06 Desember 2019 - 07:30 WIB
AS Buru Peretas Rusia...
AS Buru Peretas Rusia Evil Corp Setelah Curi Rp1,4 Triliun
A A A
WASHINGTON - Otoritas Amerika Serikat (AS) memburu grup kriminal siber asal Rusia yang disebut Evil Corp. Otoritas telah mendakwa Pemimpin Evil Corp Maksim Yakubets dan memerintahkan pembekuan aset terhadap 17 mitranya dalam kasus kejahatan digital yang mencuri lebih dari USD100 juta (Rp1,4 triliun) dari berbagai perusahaan di penjuru dunia.

Aksi Evil Corp itu oleh para pejabat dianggap sebagai salah satu organisasi kriminal paling merusak di internet. Otoritas AS pun memberi hadiah USD5 juta (Rp70 miliar) pada informasi yang menghasilkan penangkapan Maksim Yakubets.

Otoritas Inggris menyebut Maksim Yakubets, 32, sebagai penggemar mobil mewah supercar yang memiliki nomor plat mobil Lamborghini bertulis "Thief" dalam bahasa Rusia dan mengelola operasinya dari ruangan bawah tanah cafe Moskow.

"Yakubets adalah penjahat abad 21 sesungguhnya. Dia mendapatkan tempatnya dalam daftar FBI sebagai penjahat siber paling diburu di dunia," ungkap Asisten Jaksa Agung AS Brian Benczkowski.

Evil Corp dituduh di balik keluarga software paling berbahaya yang terus berkembang bernama Dridex yang membingungkan perbankan dan bisnis sejak pertama muncul pada 2011. Malware itu bekerja dengan meretas masuk ke bank dan bisnis serta membuat tranfer uang yang dikirimkan ke para peretas. Kelompok itu juga mengembangkan ransomware.

Menyoroti kaitan antara penjahat siber dan negara Rusia, para pejabat Departemen Keuangan AS menyatakan Yakubets bekerja di samping Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), badan intelijen domestik, dan mencuri materi rahasia atas nama Moskow.Seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS menyatakan Yakubets mengajukan ke FSB untuk lisensi tahun lalu untuk menangani dokumen-dokumen rahasia.
Meski demikian, pejabat FBI Bowdich menyatakan pemerintah Rusia membantu melacak para peretas. Dridex menargetkan bisnis dan organisasi kecil yang kurang canggih pertahanan sibernya.

"Kerugian total mencapai USD70 juta di AS saja," ungkap para pejabat AS.
(sfn)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
28 menit yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
1 jam yang lalu
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
2 jam yang lalu
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
4 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
5 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved