Rouhani Serukan Demonstran Iran Dibebaskan

Kamis, 05 Desember 2019 - 04:28 WIB
Rouhani Serukan Demonstran...
Rouhani Serukan Demonstran Iran Dibebaskan
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan pembebasan demonstran yang tidak bersenjata dan tidak bersalah yang ditahan selama dua minggu aksi protes terhadap kenaikan harga bensin.

"Grasi agama dan Islam harus ditunjukkan dan orang-orang tidak bersalah yang memprotes kenaikan harga bensin dan tidak bersenjata...harus dibebaskan," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/12/2019).

Perjuangan rakyat Iran untuk memenuhi kebutuhan telah menjadi lebih sulit sejak tahun lalu ketika Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat (AS) dari perjanjian nuklir Teheran dengan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang semakin melumpuhkan ekonomi berbasis minyak Iran.

"Jika Amerika mencabut sanksi, kami siap untuk berbicara dan bernegosiasi, bahkan pada tingkat kepala 5 + 1 negara (kekuatan utama)," kata Rouhani.

Iran telah bereaksi terhadap kampanye "tekanan maksimum" Washington dengan mengurangi komitmennya untuk membatasi pengayaan uraniumnya dan memperingatkan akan menjauhkan lebih jauh dari pakta nuklir jika Eropa gagal melindungi ekonomi Teheran dari hukuman AS.

Washington telah mengesampingkan pencabutan sanksi kecuali Iran setuju untuk membatasi kegiatan nuklirnya, mengakhiri program rudal balistiknya dan perang proksi regionalnya.

Seruan yang sama juga disuarakan Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Aytollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di Iran. Dalam komentar yang dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, Khomeini mengatakan grasi harus diberikan.

Iran dihantam kerusuhan sejak 15 November setelah pemerintah secara tiba-tiba menaikkan harga bahan bakar sebanyak 300%. Kerusuhan menyebar ke lebih dari 100 kota besar dan kecil serta berubah menjadi politik ketika para demonstran muda dan kelas pekerja menuntut para pemimpin mundur.

Teheran menyalahkan "preman" yang terkait dengan lawan politiknya yang berada di pengasingan dan musuh asing utama negara itu - Amerika Serikat (AS), Israel, dan Arab Saudi - atas kerusuhan tersebut.

"Tujuan musuh-musuh kita adalah untuk membahayakan eksistensi Republik Islam dengan memicu kerusuhan di Iran. Tetapi Amerika dan rezim Zionis (Israel) tidak memiliki kebijaksanaan politik tentang Iran dan warga Iran," panglima elit Garda Revolusi Iran Hossein Salami, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi.

Teheran tidak memberikan angka resmi jumlah korban tewas, namun Amnesty International mengatakan pada awal pekan ini bahwa pihaknya telah mendokumentasikan sedikitnya 208 demonstran tewas, menjadikannya sebagai kerusuhan paling berdarah sejak Revolusi Islam 1979.

Seorang anggota parlemen pekan lalu mengatakan bahwa sekitar 7.000 pemrotes telah ditangkap. Namun pengadilan telah menolak angka-angka itu. (Baca: Iran: Klaim Organisasi Internasional Soal Jumlah Korban Demonstrasi Berlebihan )

Kementerian Intelijen Iran minggu lalu mengatakan setidaknya delapan orang yang terkait dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah ditangkap selama kerusuhan, yang dihabisi pekan lalu oleh tindakan keras keamanan. (Baca: Iran Tangkap 8 Orang 'Antek' CIA Selama Demo Rusuh )
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
12 menit yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
47 menit yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
2 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
3 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved