Morales: Bolivia akan Lawan Upaya Kudeta yang Didukung AS-Israel

Minggu, 01 Desember 2019 - 14:35 WIB
Morales: Bolivia akan...
Morales: Bolivia akan Lawan Upaya Kudeta yang Didukung AS-Israel
A A A
MEXICO CITY - Mantan Presiden Bolivia, Evo Morales mengatakan, negara Bolivia akan melanjutkan perjuangannya melawan "kudeta" yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel di Bolivia. Dia yakin perjuangan itu akan berbuah manis.

"Pemerintah kudeta, dibantu oleh Israel dan AS, akan mempersiapkan diri sendiri (untuk melumpuhkan perlawanan). Tetapi, ketika suatu negara bangkit, tidak ada sistem yang dapat menghentikannya, seperti negara Bolivia yang telah bangkit dalam pencarian kebenaran, persatuan dan kebebasan," ucap Morales.

Terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri Bolivia, Arturo Murillo yang mengisyaratkan bahwa pemerintah sementara mungkin berupaya memenjarakan Morales, dengan menuduhnya melakukan terorisme dan hasutan. Mantan pemimpin Bolivia itu mengatakan, kejahatan terbesarnya adalah adalah mengembalikan harapan kepada rakyat Bolivia.

Dia menuturkan, kebijakan ekonominya telah menguntungkan rakyat Bolivia, yang membuat harapan hidup mereka meningkat. Tapi, papar Morales, kebijakan ini merugikan sejumlah tokoh politik dan bisnis tertentu.

"Pastikan bahwa di bawah perintah Washington, partai sayap kanan tidak akan mengizinkan saya untuk kembali. Kejahatan saya adalah membela yang tertindas, pekerja dan penduduk asli," ucapnya, seperti dilansir PressTV pada Minggu (1/12/2019).

"Inilah sebabnya saya tidak takut apa pun dan jika sesuatu terjadi pada saya atau jika saya ditangkap saat kembali (ke Bolivia), penyebab utamanya adalah hak fasis yang melakukan kudeta, dan kedua AS," sambungnya.

Menjanjikan gerakan kuat menentang "kudeta" dan menekankan haknya untuk berpartisipasi dalam pemilihan baru, Morales tidak merinci apakah ia pada akhirnya akan maju dalam pemilihan atau kembali ke Bolivia dalam waktu dekat.

"Dengan atau tanpa Morales, kami akan menjamin kebebasan rakyat Bolivia. Menyerukan penduduk asli, pekerja, dan semua orang untuk waspada dan berusaha mendapatkan kembali kekuatan politik untuk melindungi kepentingan bangsa," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Presiden Bolivia Tuduh...
Presiden Bolivia Tuduh Elon Musk Terlibat Kudeta Bolivia
Hari Perempuan Bolivia...
Hari Perempuan Bolivia Dirayakan dengan Pagelaran Busana Napi Penjara Obrajes
Setahun di Pengasingan,...
Setahun di Pengasingan, Evo Morales Kembali ke Bolivia
Incar Cadangan Lithium,...
Incar Cadangan Lithium, Inggris Dilaporkan Dukung Kudeta Bolivia
Brasil Pesta Gol ke...
Brasil Pesta Gol ke Gawang Bolivia
Jet Tempur Bolivia Jatuh...
Jet Tempur Bolivia Jatuh Timpa Rumah Penduduk, Satu Tewas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
3 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
4 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
5 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
6 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
7 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
7 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved