AS Tolak Bayar Kompensasi Jet Tempur EA-18G Australia yang Terbakar

Sabtu, 30 November 2019 - 07:51 WIB
AS Tolak Bayar Kompensasi...
AS Tolak Bayar Kompensasi Jet Tempur EA-18G Australia yang Terbakar
A A A
CANBERRA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak membayar kompensasi terkait terbakarnya pesawat jet tempur EA-18G Growler Australia yang rusak terbakar pada Januari 2018 di Nevada. Penolakan itu membuat Canberra mengkaji ulang semua kontrak militer asing.

Departemen Pertahanan Australia awalnya menuntut kompensasi senilai AUSD125 juta atau lebih dari Rp1,1 triliun atas kerusakan parah jet tempur buatan Boeing tersebut.

Kekecewaan Canberra terungkap terungkap selama sidang Parlemen setempat di mana para pejabat juga mengungkapkan bahwa biaya program Kapal Selam Masa Depan Australia dapat mencapai sekitar AUSD225 miliar pada tahun 2080.

Pada Januari 2018, EA-18G Growler Royal Australian Air Force (RAAF) buatan Boeing AS tergelincir di landasan pacu dan terbakar setelah kerusakan mesin yang dramatis selama upaya tinggal landas di pangkalan militer AS di Nevada.

ABC pada tahun lalu mengungkapkan penyelidikan RAAF telah mengonfirmasi bahwa kompresor bertekanan tinggi pada mesin Growler telah pecah menjadi tiga bagian utama, dengan satu segmen menembus bagian bawah jet dan mengeluarkan bongkahan dari landasan pacu.

Pesawat yang rusak parah itu akhirnya menjadi tidak berguna dan dicoret dari layanan militer. Tokoh senior pertahanan Australia secara pribadi menggambarkannya sebagai "insiden paling serius dari jenisnya untuk RAAF dalam lebih dari 25 tahun".

Kepala Divisi Sistem Aerospace Departemen Pertahanan Australia, Wakil Marsekal Udara Greg Hoffman, mengatakan kepada Senat bahwa pembayar pajak Australia sekarang harus membayar tagihan karena Washington menolak membayar kompensasi.

"Angkatan Laut AS telah secara resmi menulis kepada kami dan menyarankan itu sayangnya, dan sangat disayangkan bahwa kami tidak dapat memperoleh kompensasi untuk ini, tetapi posisinya adalah tidak ada kompensasi," katanya, seperti dikutip dari ABC.net.au, Sabtu (30/11/2019).

Di bawah pertanyaan dari Senator Rex Patrick, Hoffman mengatakan bahwa Angkatan Laut AS juga tidak akan menerima kompensasi dari kontraktor jika mengalami kecelakaan serupa.

"Dalam industri pesawat terbang ada banyak asuransi mandiri yang berlangsung sehingga pemilik dan operator memegang tanggung jawab atas pesawat terbang," katanya.

Wakil Menteri Pertahanan Tony Fraser mengatakan departemen sedang memeriksa apakah ada perlindungan garansi untuk pembelian besar peralatan militer lainnya.

"Ini merupakan pelajaran yang sulit dan karena kami telah mencari nasihat hukum tentang semua penjualan militer asing dan program kerja sama kami akan terus memperkuat itu," ujarnya.

"Kami baru saja mengambil asisten penasihat hukum, pengacara, untuk membantu saya melihat kontrak dan perlindungan kami untuk Persemakmuran," paparnya.

Menteri Pertahanan Linda Reynolds mengatakan kepada komite Senat bahwa kontrak Growler diselesaikan dan ditandatangani dengan Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum pemerintah koalisi berkuasa.

"Proposal diajukan kepada pemerintah dan itu adalah keputusan pemerintah, dan dalam hal ini pemerintah Partai Buruh saat itu, untuk menerima ini," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Mantan Pilot Militer...
Mantan Pilot Militer AS yang Kerja di China Ditangkap di Australia
Iran Bangun Kapal Induk...
Iran Bangun Kapal Induk Palsu Amerika Serikat untuk Diserang
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
35 Pesawat Militer China...
35 Pesawat Militer China Gertak Taiwan Jelang Pilpres Amerika Serikat
Mengejutkan, 44 dari...
Mengejutkan, 44 dari 49 Jenis Pesawat Militer AS Tidak Siap Terbang
Jet Tempur AS dan Kanada...
Jet Tempur AS dan Kanada Gelar Latihan Militer Gabungan di Arktik
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
1 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
5 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
8 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
10 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved