India Pinjami Sri Lanka Rp5,6 Triliun, Dukung Presiden Baru
Jum'at, 29 November 2019 - 20:30 WIB
India Pinjami Sri Lanka Rp5,6 Triliun, Dukung Presiden Baru
A
A
A
NEW DELHI - India akan memberi pinjaman USD400 juta (Rp5,6 triliun) pada Sri Lanka untuk berbagai proyek infrastruktur. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengumumkan itu setelah bertemu Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang baru dilantik.
Pinjaman dari India itu diharapkan memperbaiki hubungan bilateral dengan Sri Lanka. Selama ini Sri Lanka menjadi ajang perebutan pengaruh antara India dan China. Beijing juga telah membangun sejumlah pelabuhan, pembangkit listrik dan jalan raya sebagai bagian upaya Presiden China Xi Jinping mendorong jalur perdagangan dan transportasi di Asia.
China memiliki ambisi dalam Belt and Road Initiative yang disebut juga Jalur Sutra Baru. Meski demikian, proyek dari China itu mendapat kritik dari para politisi di Sri Lanka dan membuka peluang bagi negara lain seperti India, Amerika Serikat (AS) dan Jepang untuk turut memperkuat pengaruh.
Rajapaksa menjadikan India sebagai negara pertama yang dia kunjungi setelah menang pemilu awal bulan ini. Dia berjanji mengeluarkan negara itu dari krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 15 tahun. "Saya ingin membawa hubungan bilateral dengan India ke level sangat tinggi," tutur Rajapaksa.
Modi menyatakan India akan memberikan dana USD50 juta pada Sri Lanka untuk kebutuhan keamanannya selain dari USD400 juta untuk infrastruktur. "India sepenuhnya komitmen pada pembangunan Sri Lanka," ujar Modi.
Sri Lanka miliki letak strategis di jalur pelayaran utama dunia. Masuknya berbagai investasi asing di Sri Lanka sangat menguntungkan negara itu.
Pinjaman dari India itu diharapkan memperbaiki hubungan bilateral dengan Sri Lanka. Selama ini Sri Lanka menjadi ajang perebutan pengaruh antara India dan China. Beijing juga telah membangun sejumlah pelabuhan, pembangkit listrik dan jalan raya sebagai bagian upaya Presiden China Xi Jinping mendorong jalur perdagangan dan transportasi di Asia.
China memiliki ambisi dalam Belt and Road Initiative yang disebut juga Jalur Sutra Baru. Meski demikian, proyek dari China itu mendapat kritik dari para politisi di Sri Lanka dan membuka peluang bagi negara lain seperti India, Amerika Serikat (AS) dan Jepang untuk turut memperkuat pengaruh.
Rajapaksa menjadikan India sebagai negara pertama yang dia kunjungi setelah menang pemilu awal bulan ini. Dia berjanji mengeluarkan negara itu dari krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 15 tahun. "Saya ingin membawa hubungan bilateral dengan India ke level sangat tinggi," tutur Rajapaksa.
Modi menyatakan India akan memberikan dana USD50 juta pada Sri Lanka untuk kebutuhan keamanannya selain dari USD400 juta untuk infrastruktur. "India sepenuhnya komitmen pada pembangunan Sri Lanka," ujar Modi.
Sri Lanka miliki letak strategis di jalur pelayaran utama dunia. Masuknya berbagai investasi asing di Sri Lanka sangat menguntungkan negara itu.
(sfn)