Iran Akui 200.000 Orang Berunjuk Rasa Kecam Pemerintah

Kamis, 28 November 2019 - 02:09 WIB
Iran Akui 200.000 Orang...
Iran Akui 200.000 Orang Berunjuk Rasa Kecam Pemerintah
A A A
TEHERAN - Iran mengakui 200.000 orang mengikuti unjuk rasa yang diperkirakan sebagai protes anti-pemerintah terbesar dalam 40 tahun sejarah Republik Islam itu. Anggota parlemen Iran menyatakan 7.000 orang ditangkap selama unjuk rasa.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pernyataan terkerasnya menganggap kekerasan dalam dua pekan itu sebagai kerja konspirasi sangat berbahaya. Dia juga menyatakan, kerusuhan itu telah sepenuhnya dikendalikan.

"Konspirasi yang dalam, luas dan sangat berbahaya yang melibatkan banyak dana telah dihancurkan oleh rakyat," kata Khamenei saat bertemu pasukan paramiliter Basij.

Aksi protes awalnya dipicu penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tapi kemudian meluas menjadi kecaman terhadap pemerintah.

Iran tidak menjelaskan data resmi korban tewas dalam unjuk rasa itu tapi Amnesty Internasional menyatakan sebanyak 143 demonstran tewas. Teheran menolak data tersebut.

Data mana pun yang mendekati jumlah itu akan menjadikan aksi ini kerusuhan anti-pemerintah paling mematikan sejak Revolusi Hijau yang mengecam pemilu presiden 2009. Aksi itu pun diduga yang terbesar sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan shah dan membuat para ulama berkuasa.

Informasi rinci tentang kerusuhan itu sulit dikonfirmasi karena otoritas memblokir internet selama sepekan. Warga dan media Iran melaporkan internet pulih di Teheran dan beberapa wilayah lain pada Rabu (27/11) setelah internet mulai kembali beroperasi.

Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli menyatakan 731 bank, 70 stasiun BBM dan 140 kompleks pemerintahan dibakar. lebih dari 50 pangkalan pasukan keamanan juga diserang.
(sfn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
16 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved