Hendak Cari Suaka, 2 Wartawan Gay Arab Saudi Ditahan di Australia

Selasa, 19 November 2019 - 15:00 WIB
Hendak Cari Suaka, 2...
Hendak Cari Suaka, 2 Wartawan Gay Arab Saudi Ditahan di Australia
A A A
SYDNEY - Dua wartawan pria Arab Saudi yang menjalin hubungan asmara sesama jenis atau gay melarikan diri ke Australia untuk mencari suaka. Namun, mereka justru ditahan di negara tujuan.

Mereka mencari suaka ke Australia sejak September lalu. Salah satu pria—sebelumnya bekerja untuk CNN, BBC dan Kementerian Media Saudi—mengungkapkan keadaannya melalui telepon dari penahanan di Australia.

Homoseksualitas adalah ilegal dan dapat dihukum mati di Arab Saudi.

Pengacara untuk wartawan gay itu, Alison Battisson, mengatakan bahwa kedua pria awalnya diperiksa paspor dan visa turis mereka yang sah ketika mereka tiba di Australia lebih dari sebulan yang lalu.

Setelah mereka mengambil barang bawaan mereka, petugas bea cukai memeriksa tas dan telepon mereka dan bertanya apakah mereka bermaksud mencari suaka. Ketika mereka menjawab ya, mereka dibawa ke pusat penahanan di mana keduanya ditahan sejak itu.

Departemen Dalam Negeri Australia, melalui seorang juru bicara, mengatakan bahwa departemen tidak mengomentari kasus-kasus individual. Namun, keputusan penempatan dalam fasilitas penahanan imigrasi dibuat berdasarkan kasus per kasus dan bahwa aplikasi untuk visa perlindungan dinilai oleh petugas yang sangat terlatih.

Kedua wartawan gay Saudi, yang berusia 46 dan 35 tahun, tetap dalam tahanan. Salah satu dari mereka berada di pusat penahanan dan satu lagi di rumah sakit di bawah penjagaan setelah menerima perawatan untuk tuberkulosis yang terpapar sebelum ia meninggalkan Arab Saudi.

Wartawan yang berbicara dengan pengacaranya itu meminta tidak diidentifikasi karena takut dengan pembalasan oleh otoritas Saudi.

Kantor komunikasi pemerintah Arab Saudi belum menanggapi pertanyaan yang diajukan media tentang kedua pria tersebut. Salah satu wartawan Saudi itu mengklaim disingkirkan dari pekerjaannya di Kementerian Media sebagai pembalasan karena melakukan kontak dengan media asing.

Battisson, yang menangani kasus suaka profil tinggi di Australia, mengatakan jika kedua pria itu diizinkan untuk masuk dan mengajukan aplikasi perlindungan, mereka bisa hidup dan bekerja dengan normal ketika aplikasi suaka mereka diproses.

"Hasil yang diketahui...adalah bahwa semua hal—kecuali kematian dan penyiksaan—yang mereka takuti di Arab Saudi menjadi kenyataan di Australia," katanya, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Selasa (19/11/2019). "Mereka dalam posisi yang mustahil."

Kasus kedua pria itu dimulai pada Maret 2018, ketika wartawan dari lembaga penyiaran publik Kanada, CBC, mengunjungi Arab Saudi.

Wartawan gay Saudi yang berusia lebih tua mengatakan kepada Reuters bahwa dalam perannya di Kementerian Media, ia memfasilitasi visa masuk dan mengatur wawancara.

Dia mengatakan bahwa, tanpa dia sadari, para wartawan CBC bertemu dengan dua pembangkang Saudi yang kemudian ditangkap di tengah tindakan keras yang lebih luas.

Wartawan itu mengaku ditanyai tentang kontaknya dengan jurnalis CBC pada September 2018 oleh Presidensi Keamanan Negara, lembaga yang menangani kontra-terorisme dan intelijen domestik.

Ia juga ditanya tentang kontak antara CBC dengan para pembangkang Saudi dan tentang hubungannya dengan jurnalis gay Saudi yang lebih muda. Ia kemudian diinstruksikan untuk berhenti bekerja dengan media asing atau risiko "rahasianya" terungkap.

Ia mengatakan bahwa pada bulan September tahun ini, keluarga pasangannya diberitahu tentang hubungan mereka. Ia mencurigai yang membocorkan rahasia itu adalah otoritas keamanan negara. Ia mengatakan keluarga pasangannya mengancam akan melibatkan polisi dan pemimpin suku, dan kedua lelaki gay itu akhirnya melarikan diri dari negara mereka.

"Hanya saja saya berada dalam situasi di mana kita harus pergi karena itu terlalu berbahaya," katanya.
(mas)
Berita Terkait
FIBA Asia Cup 2022 :...
FIBA Asia Cup 2022 : Australia Kalahkan Arab Saudi 76-52
Wanita Ini Kencani Pangeran...
Wanita Ini Kencani Pangeran Arab Saudi, lalu Menculiknya dengan Tebusan Bitcoin Rp642 Juta
Klasemen Grup C Usai...
Klasemen Grup C Usai Australia Ditahan Arab Saudi
Arab Saudi Senang Inggris,...
Arab Saudi Senang Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal Resmi Akui Negara Palestina
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Berita Terkini
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
21 menit yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
53 menit yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
1 jam yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
1 jam yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
3 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved