Rusia Kritik Konsep Indo-Pasifik AS

Minggu, 03 November 2019 - 12:41 WIB
Rusia Kritik Konsep...
Rusia Kritik Konsep Indo-Pasifik AS
A A A
MOSKOW -

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev mengkritik konsep Amerika Serikat (AS) tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Dia menyebut hal ini adalah tantangan serius bagi ASEAN.

"Kami mendukung mempertahankan sistem hubungan negara-ke-negara yang efektif yang dibentuk atas dasar ASEAN dan telah menunjukkan rekam jejak yang baik selama bertahun-tahun," ucap Medvedev.

"Dalam hal ini, kami percaya inisiatif AS adalah tantangan serius bagi Negara-negara ASEAN, karena dapat melemahkan posisi Asosiasi dan melepaskan statusnya sebagai pemain kunci dalam mengatasi masalah keamanan regional," sambungnya, jelang menghadiri pertemuan ASEAN di Bangkok, Thailand.

Medvedev, seperti dilansir Tass pada Minggu (3/11/2019), menekankan bahwa Rusia adalah negara Eurasia dan merupakan bagian integral dari komunitas Asia karena lokasi geografisnya dan hubungan politik, ekonomi, dan budaya yang secara historis dekat dengan negara-negara di kawasan yang luas ini.

"Kami memainkan peran aktif dan konstruktif di Asia. Kami tidak berusaha menekan siapa pun, kami tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, tidak mengancam dengan penggunaan kekuatan, atau membuat ultimatum. Sebaliknya, kami sedang membangun hubungan yang konstruktif dengan mitra Asia kami berdasarkan pada rasa saling percaya dan hormat," katanya.

Dia mencatat bahwa Rusia mewakili kompetisi yang adil dan menghormati hak negara untuk secara mandiri memilih masa depan mereka berdasarkan tradisi dan latar belakang peradaban mereka.

Dirinya kemudian mencatat bahwa Asia menawarkan peluang unik, dan meyakinkan bahwa Rusia akan terus bekerja di kawasan ini dalam semua bidang dan berbagai format, termasuk bilateral dan multilateral, dan juga di tempat Uni Ekonomi Eurasia.

"Kami telah melakukan dengan baik sejauh ini. Program kerja sama antara Komisi Ekonomi Eurasia dan ASEAN untuk 2019-2020 sedang dilaksanakan," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
1 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
1 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
2 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
3 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
4 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved