Al-Baghdadi ISIS Tewas, Nadia Murad: Bagaimana yang Memerkosa Kami?

Kamis, 31 Oktober 2019 - 08:40 WIB
Al-Baghdadi ISIS Tewas,...
Al-Baghdadi ISIS Tewas, Nadia Murad: Bagaimana yang Memerkosa Kami?
A A A
NEW YORK - Perjuangan untuk keadilan bagi para korban militan ISIS tidak berakhir dengan kematian pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi. Hal itu disampaikan Nadia Murad Basee Taha, mantan budak seks ISIS yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2018.

Perempuan Yazidi Irak itu mempertanyakan kelanjutan memerangi para militan ISIS lainnya, dengan bertanya; "Bagaimana dengan mereka yang memerkosa kami?"

Nadia Murad meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2018 atas upayanya untuk mengakhiri penggunaan kekerasan seksual sebagai senjata perang. Dia pernah disandera dan dijadikan budak pemuas nafsu kelompok ISIS di Mosul pada 2014. (Baca: Dikhianati Ajudan, Musabab Ajal Jemput Bos ISIS al-Baghdadi )

Beberapa saudara laki-lakinya dibunuh oleh militan ISIS dan kerabat perempuannya juga ditawan.

Sejak 2010, al-Baghdadi memimpin kelompok teroris tersebut. Namun, dia baru mendeklarasikan diri sebagai "khalifah" ISIS tahun 2014, di mana kelompok tersebut saat itu telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa al-Baghdadi bunuh diri dengan meledakkan rompi bom setelah melarikan diri ke terowongan buntu saat dikejar pasukan khusus dan anjing militer AS di Barisha, Idlib, Suriah, Sabtu malam. (Baca juga: Kronologi Dramatis Tewasnya Bos ISIS al-Baghdadi dalam Operasi AS )

"Awalnya saya berbicara dengan ipar perempuan saya," kata Murad kepada wartawan di kantor PBB. "Semua orang berkata: 'Oke, tapi ini hanya Baghdadi, bagaimana dengan semua (anggota) ISIS ini?'," lanjut dia.

"Bagaimana dengan mereka yang memerkosa kami? Mereka yang menjual kami, mereka masih memiliki anak perempuan kami, mereka masih memiliki anak-anak kami, sekitar 300.000 (orang) Yazidi masih hilang, kita tidak tahu apa-apa tentang mereka," keluh perempuan tersebut.

Para pakar AS pada Juni 2016 memperingatkan bahwa ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) melakukan genosida terhadap Yazidi di Suriah dan Irak untuk menghancurkan komunitas agama minoritas melalui pembunuhan, perbudakan seksual, dan kejahatan lainnya.

Militan ISIS menganggap Yazidi sebagai pemuja setan. Iman Yazidi sejatinya memiliki unsur-unsur Kristen, Zoroastrianisme dan Islam.

"Ada ribuan ISIS, mereka bergabung dengan al-Baghdadi dan mereka terus melakukan apa yang dia lakukan," kata Murad. "Jadi bukan hanya Baghdadi, kita harus tahu ada ribuan ISIS seperti Baghdadi...dan mereka tidak menyerah."

"Kami ingin melihat mereka diadili," imbuh Murad, seperti dikutip Reuters, Kamis (31/10/2019).

Tim investigasi AS, yang dibuat oleh Dewan Keamanan AS, sedang mengumpulkan dan menyimpan bukti tindakan ISIS di Irak yang mungkin merupakan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan atau genosida. Murad dan pengacara hak asasi manusia Amal Clooney telah lama mendorong Irak untuk mengizinkan penyelidik AS membantu.

"Mereka yang ditangkap hidup-hidup harus dibawa ke pengadilan di pengadilan terbuka agar dunia bisa melihat. Keadilan adalah satu-satunya tindakan yang dapat diterima," tulis Murad di Twitter, hari Minggu lalu.

"Kita harus menyatukan dan meminta pertanggungjawaban teroris ISIS dengan cara yang sama seperti dunia mengadili Nazi di pengadilan terbuka di Pengadilan Nuremberg," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Irak Tangkap Pentolan...
Irak Tangkap Pentolan ISIS Suksesor Favorit al-Baghdadi
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
ISIS Tunjuk Pemimpin...
ISIS Tunjuk Pemimpin Baru, Konfirmasi Kematian Pendahulunya
Janda Bos ISIS Akui...
Janda Bos ISIS Akui Kayla Mueller Budak Abu Bakr al-Baghdadi
Jejak Berdarah Bos ISIS...
Jejak Berdarah Bos ISIS Al-Qurayshi: Arsitek Genosida Yazidi
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Berita Terkini
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
1 jam yang lalu
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
3 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
4 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
7 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
8 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved