Turki: Operasi Militer Kami Bantu Proses Politik di Suriah
Rabu, 30 Oktober 2019 - 14:55 WIB
Turki: Operasi Militer Kami Bantu Proses Politik di Suriah
A
A
A
JENEWA - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, apa yang dilakukan Turki di timur laut Suriah dimaksudkan untuk membantu proses politik di negara tersebut. Dia menyebut, jika Damaskus sudah mampu mengontrol seluruh wilayahnya, maka Turki akan angkat kaki.
"Bertentangan dengan tuduhan yang dibuat oleh beberapa orang, operasi militer (Turki) di Suriah berkontribusi pada proses politik," kata Cavusoglu pasca melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Jenewa, Swiss.
"Ketika saatnya tiba bahwa rezim Suriah pada akhir proses politik ini cukup mampu untuk melindungi wilayah negaranya, menghilangkan organisasi teroris dari itu, saya pikir semua wilayah akan diserahkan ke Suriah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (30/10/2019).
Dia kemudian menuturkan, jika Turki melihat milisi Kurdi, elemen-elemen Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah zona aman di timur laut Suriah, maka pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan untuk memberangus mereka.
Sementara itu, Iran dan Rusia menertawakan pengerahan pasukan militer Amerika Serikat (AS) di sekitar ladang minyak di Suriah timur laut. “Ya, sepertinya Amerika Serikat tetap melindungi minyak. Dan, setidaknya Presiden (Donald) Trump jujur mengatakan apa yang ingin dilakukan Amerika Serikat," kata Zarif.
"Iran dan Rusia ada di sana atas undangan pemerintah Suriah, dan kami berniat untuk tinggal di sana selama pemerintah Suriah dan rakyat Suriah menginginkan kami berada di sana," ujarnya.
"Bertentangan dengan tuduhan yang dibuat oleh beberapa orang, operasi militer (Turki) di Suriah berkontribusi pada proses politik," kata Cavusoglu pasca melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Jenewa, Swiss.
"Ketika saatnya tiba bahwa rezim Suriah pada akhir proses politik ini cukup mampu untuk melindungi wilayah negaranya, menghilangkan organisasi teroris dari itu, saya pikir semua wilayah akan diserahkan ke Suriah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (30/10/2019).
Dia kemudian menuturkan, jika Turki melihat milisi Kurdi, elemen-elemen Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah zona aman di timur laut Suriah, maka pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan untuk memberangus mereka.
Sementara itu, Iran dan Rusia menertawakan pengerahan pasukan militer Amerika Serikat (AS) di sekitar ladang minyak di Suriah timur laut. “Ya, sepertinya Amerika Serikat tetap melindungi minyak. Dan, setidaknya Presiden (Donald) Trump jujur mengatakan apa yang ingin dilakukan Amerika Serikat," kata Zarif.
"Iran dan Rusia ada di sana atas undangan pemerintah Suriah, dan kami berniat untuk tinggal di sana selama pemerintah Suriah dan rakyat Suriah menginginkan kami berada di sana," ujarnya.
(esn)