Kenakan Jilbab, Siswa Muslim Diskualifikasi dari Lomba Lari

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 15:20 WIB
Kenakan Jilbab, Siswa...
Kenakan Jilbab, Siswa Muslim Diskualifikasi dari Lomba Lari
A A A
WASHINGTON - Seorang siswa Muslim atlet sekolah didiskualifikasi dari lomba lari cross country karena mengenakan jilbab meski mencatatkan waktu terbaik. Noor Alexandria Abukaram (16) didiskualifikasi saat mengikuti lomba atletik untuk sekolah umum setempat Northview High School.

"Rasanya seperti mimpi terburuk Anda harus bersaing dan kemudian mengetahui bahwa Anda didiskualifikasi dan itu karena sesuatu yang Anda cintai," kata Abukaram seperti dikutip dari USA Today menukil wawancaranya dengan CNN, Sabtu (26/10/2019)

"Mengapa kamu harus mengorbankan agamamu dan bagian dari siapa dirimu, untuk melakukan hal lain yang sangat kamu sukai?" imbuhnya.

Kepada beberapa media, Abukaram mengatakan telah berkompetisi dalam enam pertemuan musim ini tanpa masalah. Ia juga mengatakan bahwa para official tidak menyinggung soal jilbabnya segera setelah lomba. Official lomba hanya mengatakan bahwa pelatihnya tidak mengisi dokumen yang benar.

"Ketika (pelatihnya) mengatakan kepada saya bahwa, saya seperti, apa maksud Anda saya harus memiliki pengecualian yang ditandatangani agar saya bisa berlomba?" katanya kepada The New York Times.

“Mereka tidak harus menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk saya, saya tidak memiliki cacat, saya hanya berlari seperti orang lain. Ketika dia mengatakan itu, saya tidak berpikir, 'Oh, Pelatih, mengapa Anda tidak melakukan ini?' Saya berpikir, 'Mengapa kita harus melakukan ini sejak awal?'" sambungnya.

Dalam sebuah postingan di Facebook yang emosional, Abukaram menulis: "Saya merasa hak saya sebagai seorang atlet dilanggar akhir pekan ini. Saya seharusnya tidak perlu mendapatkan surat pernyataan ditandatangani dan disetujui oleh OSAA untuk memungkinkan saya untuk berlomba karena penutup kepala agamaku."

Tim Stried, juru bicara Asosiasi Atletik Sekolah Menengah Ohio (OHSAA), mengatakan kepada USA Today dalam sebuah pernyataan bahwa organisasi tersebut telah memeriksa peraturan dan sedang mempertimbangkan untuk membatalkan persyaratan pengecualian.

"Atlet pelajar dapat berlari akhir pekan ini di regional, dan OHSAA juga sudah melihat peraturan seragam khusus ini untuk memodifikasinya di masa depan sehingga pelindung kepala keagamaan tidak memerlukan pengecualian," bunyi pernyataan Stried.

Senator AS asal Massachusetts, Elizabeth Warren, seorang kandidat presiden dari Partai Demokrat, mendengar tentang situasi tersebut. Ia pun melontarkan kritiknya terhadap sekolah, mengecam aturan berpakaian yang diskriminatif.

"Aku mendukungmu, Noor," tulis Warren di akun Twitternya.

"Setiap anak harus dapat merasa aman dan disambut di sekolah - dan siswa Muslim tidak boleh ditolak berpartisipasi dalam kegiatan sekolah," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
9 menit yang lalu
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
57 menit yang lalu
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
2 jam yang lalu
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
3 jam yang lalu
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
4 jam yang lalu
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved