Turki Tak Ragu Habisi Milisi Kurdi yang Belum Tinggalkan Suriah

Rabu, 23 Oktober 2019 - 00:08 WIB
Turki Tak Ragu Habisi...
Turki Tak Ragu Habisi Milisi Kurdi yang Belum Tinggalkan Suriah
A A A
CEYLANPINAR - Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan ratusan pejuang Kurdi masih berada dekat perbatasan Suriah timur laut meski mereka seharusnya mundur selama gencatan senjata. Erdogan menegaskan Turki dapat kembali melancarkan serangan di wilayah itu saat gencatan senjata berakhir.

Gencatan senjata lima hari itu dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) agar pejuang YPG Kurdi meninggalkan wilayah perbatasan hingga Selasa (22/10) pukul 10 malam.

Turki menganggap milisi YPG sebagai teroris karena terkait militan Kurdi yang melancarkan pemberontakan di tenggara Turki. "Penarikan mundur berlanjut," kata Erdogan di bandara Ankara sebelum terbang ke Suriah untuk berunding dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas Suriah. Rusia mendukung pemerintahan Suriah dan mengirimkan pasukan ke Suriah timur laut.

"Kita bicara tentang 700-800 pejuang YPG yang telah mundur, dan sisanya sekitar 1.200-1.300 terus mundur. Dikatakan mereka akan mundur. Semua harus keluar, proses tidak akan berakhir sebelum mereka keluar," papar Erdogan, dilansir Reuters.

Turki memulai operasi militer lintas perbatasan hampir dua pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menarik pasukan AS dari Suriah utara. Penarikan pasukan AS dari Suriah dikritik oleh para anggota parlemen AS, termasuk dari Partai Republik.

Trump menyatakan tampaknya gencatan senjata lima hari berlangsung meski terjadi baku tembak dan dapat dilanjutkan setelah batas waktu Selasa (22/10). Meski demikian Erdogan menyatakan pertempuran mungkin kembali terjadi. "Jika janji yang diberikan pada kami oleh AS tidak dipenuhi, kami akan melanjutkan operasi kami dari tempat kami berhenti, kali ini dengna tekad jauh lebih besar," tutur Erdogan.
(sfn)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
31 menit yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
1 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
2 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
3 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
4 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
5 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved