Eks Presiden Ekuador Sanggah Rencanakan Kudeta

Rabu, 09 Oktober 2019 - 03:24 WIB
Eks Presiden Ekuador...
Eks Presiden Ekuador Sanggah Rencanakan Kudeta
A A A
BRUSSELS - Mantan presiden Ekuador Rafael Correa membantah dirinya mengatur kudeta terhadap pemerintah negara itu dari pengasingannya di Belgia. Correa dituduh telah memicu kerusuhan terburuk selama bertahun-tahun di negara produsen minyak itu oleh Presiden Lenin Moreno.

Presiden Lenin Moreno untuk menuduh Correa, pendahulu sekaligus mentornya, mencoba menggulingkannya dengan bantuan dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Mereka adalah pembohong. Mereka bilang saya sangat kuat sehingga dengan iPhone dari Brussels saya bisa memimpin protes," katanya.

"Orang-orang tidak tahan lagi, itu kenyataan," sambungnya, merujuk pada langkah-langkah penghematan yang dibawa oleh Moreno dengan dukungan dari IMF seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/10/2019).

Correa, yang tinggal bersama istrinya di sebuah kota kecil di selatan Brussel, dengan keras mengkritik Moreno. Ia mengatakan bahwa pemerintah telah jatuh dan ia tidak mengharapkan Moreno, yang berada di kota pelabuhan selatan Guayaquil, kembali ke Quito untuk memerintah sementara protes berlanjut.

"Mengapa mereka tidak mengumumkan pemilu dimajukan," katanya, menyerukan warga Ekuador untuk menggunakan hak untuk melawan apa yang ia sebut penindasan pemerintah.

Correa mengatakan dia siap untuk kembali, mungkin sebagai calon wakil presiden, jika pemilihan baru diadakan.

"Jika perlu, saya akan kembali. Saya harus menjadi kandidat untuk sesuatu, misalnya, wakil presiden,” kata Correa, yang mengatakan ia mencari nafkah di Brussels sebagai konsultan untuk pemerintah Venezuela dan wawancara untuk saluran RT Rusia, yang didukung oleh negara Rusia.

"Dari sana, kita akan membutuhkan majelis konstituante," katanya, meskipun dia menolak untuk memberikan rincian tentang kebijakan pemerintah di masa depan.

"Ini bukan rencanaku, aku berkewajiban melakukan ini," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia membantah mempunyai hubungan langsung dengan Maduro di Venezuela, yang dituduhkan Prancis, Amerika Serikat, dan beberapa negara Amerika Latin sebagai diktator ketika krisis politik dan ekonomi semakin dalam di Venezuela.

Namun dia juga menuduh AS dan Uni Eropa munafik karena menjatuhkan sanksi ekonomi pada pemerintah Maduro, yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

“Mereka memiliki blokade kriminal (melawan Venezuela). Mereka harus mengangkatnya," tegasnya.

Correa, yang mengatakan sedang mengerjakan lima buku berbeda, membela keputusannya untuk tinggal di Belgia negara asal istrinya setelah meninggalkan kantor kepresidenan pada 2017. Dia mengatakan bahwa memang benar bahwa setelah 26 tahun hidup sebagai pasangan di Ekuador, mereka menghabiskan waktu di Belgia.

Tetapi dia juga mengakui bahwa dia menghadapi 29 dakwaan berbeda terhadapnya, dari korupsi hingga penyalahgunaan kekuasaan di Ekuador. Ia tidak akan kembali kecuali situasi politik berubah karena dia mengatakan tidak akan mendapatkan persidangan yang adil.

“Saya harus menyiapkan kasus hukum saya. Mereka telah meminta Interpol untuk meningkatkan red notice dan menangkap saya, saya harus menyewa seorang pengacara ... itu adalah tugas yang sangat besar. Dalam beberapa tahun terakhir, saya bekerja hanya untuk membayar pengacara," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Letusan Gunung di Ekuador...
Letusan Gunung di Ekuador Akibatkan Sejumlah Kota Diselimuti Debu
7 Negara Dilarang Tampil...
7 Negara Dilarang Tampil di Piala Dunia: Ekuador Terancam gara-gara Paspor
Ditodong Pistol, Reporter...
Ditodong Pistol, Reporter dan Kameraman TV Dirampok Saat Siaran
Politisi Ekuador Ditembak...
Politisi Ekuador Ditembak Mati, Seminggu Setelah Pembunuhan Capres
Mencurigakan, Armada...
Mencurigakan, Armada Kapal-kapal China Matikan Pelacak Dekat Galapagos
Jadwal Ekuador vs Senegal:...
Jadwal Ekuador vs Senegal: Laga Hidup Mati ke Babak 16 Besar
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved