Coba Redam Kerusuhan, PM Irak Siap Bertemu Demonstran
Jum'at, 04 Oktober 2019 - 06:47 WIB
Coba Redam Kerusuhan, PM Irak Siap Bertemu Demonstran
A
A
A
BAGHDAD - Kantor Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi menyatakan, sang PM siap untuk bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa. Pernyataan ini dilontarkan kantor PM Irak setelah aksi demonstrasi yang berujung tewasnya sejumlah orang telah memasuki hari ketiga.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal pada Kamis (3/10), kantor PM Irak menyatakan, pihaknya "melanjutkan kontak" dengan para pengunjuk rasa dalam upaya untuk mengakhiri krisis politik dan "kembali ke kehidupan normal".
“Abdul Mahdi siap untuk bertemu dengan perwakilan demonstran damai untuk mempertimbangkan tuntutan sah mereka," sebut bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Pengumuman itu muncul ketika 4.000 pemrotes berunjuk rasa di Baghdad, menentang jam malam yang diberlakukan pemerintah. Selain itu, demonstran juga menyerukan peningkatan layanan, lebih banyak pekerjaan, dan mengakhiri korupsi yang meluas.
Demonstrasi, yang tampaknya independen dari partai politik apa pun ini, dimulai di Baghdad pada awal pekan dan kemudian menyebar ke kota-kota di Irak selatan. Hingga kini sudah lebih dari 19 orang tewas dalam bentrokan tiga hari.
Mereka yang berdemonstrasi telah mengarahkan kemarahan mereka pada pemerintah Abdul Mahdi yang sudah berumur setahun dan kelas politik yang lebih luas yang mereka tuduh korup dan tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki kehidupan mereka.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal pada Kamis (3/10), kantor PM Irak menyatakan, pihaknya "melanjutkan kontak" dengan para pengunjuk rasa dalam upaya untuk mengakhiri krisis politik dan "kembali ke kehidupan normal".
“Abdul Mahdi siap untuk bertemu dengan perwakilan demonstran damai untuk mempertimbangkan tuntutan sah mereka," sebut bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Pengumuman itu muncul ketika 4.000 pemrotes berunjuk rasa di Baghdad, menentang jam malam yang diberlakukan pemerintah. Selain itu, demonstran juga menyerukan peningkatan layanan, lebih banyak pekerjaan, dan mengakhiri korupsi yang meluas.
Demonstrasi, yang tampaknya independen dari partai politik apa pun ini, dimulai di Baghdad pada awal pekan dan kemudian menyebar ke kota-kota di Irak selatan. Hingga kini sudah lebih dari 19 orang tewas dalam bentrokan tiga hari.
Mereka yang berdemonstrasi telah mengarahkan kemarahan mereka pada pemerintah Abdul Mahdi yang sudah berumur setahun dan kelas politik yang lebih luas yang mereka tuduh korup dan tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki kehidupan mereka.
(esn)