Beritahu 1.000 Pemimpin Yahudi, Trump Tak Mau Perang dengan Iran

Sabtu, 28 September 2019 - 10:06 WIB
Beritahu 1.000 Pemimpin...
Beritahu 1.000 Pemimpin Yahudi, Trump Tak Mau Perang dengan Iran
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato di depan sekitar 1.000 pemimpin Yahudi dalam sebuah acara menyambut Tahun Baru Rosh Hashanah di Gedung Putih pada hari Jumat. Dalam pidatonya, dia memberitahu bahwa dirinya tidak ingin berperang dengan Iran.

Dalam pidato hampir 13 menit, presiden AS meminta mereka yang hadir untuk mengingat bahwa pada tahun 2018 ia memerintahkan relokasi Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem serta pengakuan soal Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel.

"Negara kita diingatkan akan cara tak terbatas keluarga-keluarga Yahudi untuk mengangkat bangsa kita...Anda mewujudkan impian Amerika," kata Trump, dikutip The Times of Israel, Sabtu (28/9/2019).

Menyinggung situasi tegang di Teluk Persia dan di Timur Tengah, presiden AS mengatakan bahwa ia tidak ingin terlibat dalam konflik militer dengan Teheran.

"Saya tidak ingin konflik militer...Kami menawarkan untuk berunding, kami menawarkan untuk membahas berbagai hal...Saya telah menunjukkan pengekangan besar dan berharap bahwa Iran juga memilih perdamaian," lanjut Trump.

Menurut laporan media tersebut, Trump setuju dengan sentimen untuk meningkatkan pendidikan Holocaust di sekolah-sekolah Amerika sambil menampung pertanyaan dari audiens.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meminta komunitas internasional untuk memperkuat sanksi terhadap Iran.

Israel dan Iran telah menjadi musuh bebuyutan, di mana Tel Aviv aktif bekerja untuk melemahkan posisi Teheran di wilayah Timur Tengah, termasuk meyakinkan pemerintah lain di wilayah itu untuk memberikan sanksi terhadap Republik Islam Iran yang kaya minyak.

Sejak secara sepihak meninggalkan perjanjian nuklir Iran 2015 tahun lalu, AS secara bertahap membangun kehadiran militernya di Teluk Persia. Washington menuduh Iran terlibat dalam perilaku agresif di Teluk Oman dan Selat Hormuz, rute minyak yang penting secara strategis di Timur Tengah. Teheran secara konsisten membantah tuduhan itu. Washington juga menuduh Iran sebagai pelaku serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi dengan puluhan pesawat nirawak bersenjata dan rudal.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
AS Kembali ke JCPOA,...
AS Kembali ke JCPOA, Pangeran Saudi: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama
Trump Lengser, Israel...
Trump Lengser, Israel Bakal Serang Iran
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Berita Terkini
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
48 menit yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
1 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
2 jam yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
3 jam yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
3 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved