PBB Luncurkan Penyelidikan Atas Pembunuhan dan Penyiksaan di Venezuela

Sabtu, 28 September 2019 - 04:26 WIB
PBB Luncurkan Penyelidikan...
PBB Luncurkan Penyelidikan Atas Pembunuhan dan Penyiksaan di Venezuela
A A A
JENEWA - Dewan HAM PBB membentuk misi pencarian fakta untuk menyelidiki pelanggaran di Venezuela, termasuk dugaan penyiksaan dan ribuan eksekusi singkat.

Forum Jenewa mengadopsi laporan dari Grup Lima dengan suara 19 mendukung dan tujuh menentang dengan 21 abstain pada hari terakhir sesi tiga minggu. Grup lima yang beranggotakan 12 negara dan sebagian besar negara Barat telah mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai pemimpin sah negara itu.

"Kami percaya langkah-langkah serius dan kredibel untuk akuntabilitas diperlukan. Dan langkah-langkah ini tidak dapat ditemukan di dalam Venezuela," kata duta besar Brasil Maria Nazareth Farani Azevedo seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (28/9/2019).

Resolusi itu mengecam penindasan dan penganiayaan yang ditargetkan secara luas melalui apa yang disebutnya penggunaan kekuatan berlebihan terhadap pengunjuk rasa damai, penutupan media dan erosi aturan hukum.

Resolusi itu menyatakan keprihatinan besar pada kenyataan bahwa setidaknya ada 6.000 pembunuhan yang dihasilkan dari operasi keamanan di Republik Bolivarian Venezuela sejak Januari 2018 dan, menurut informasi yang dianalisis oleh Komisaris Tinggi, banyak dari pembunuhan ini mungkin merupakan eksekusi di luar proses hukum.

Mereka juga mengutuk penahanan sewenang-wenang dan penghilangan paksa yang dilakukan oleh pasukan keamanan, Pasukan Tindakan Khusus yang dikenal sebagai FAES, dan kelompok bersenjata sipil pro-pemerintah.

Resolusia itu mengatakan setidaknya 3,7 juta warga Venezuela "kurang gizi" di tengah kekurangan makanan, vaksin, dan akses ke layanan kesehatan.

"Tindakan oleh Dewan Hak Asasi Manusia mengirimkan pesan yang jelas kepada pihak berwenang Venezuela bahwa mereka pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka," Jose Miguel Vivanco dari Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Duta besar Venezuela Jorge Valero menolak apa yang disebutnya sebagai "resolusi permusuhan" sebagai bagian kampanye yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS).

"Kelompok kecil ini mengikuti instrumen tee yang diserahkan kepada mereka oleh kekaisaran Amerika, ini adalah subyek administrasi Presiden Trump yang memalukan," Valero mengatakan pada pembicaraan itu.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet, dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada 4 Juli setelah kunjungannya ke negara Andean, mengatakan bahwa pasukan keamanan Venezuela mengirimkan tim pembunuh untuk membunuh para pemuda seolah-olah mereka menolak ditangkap.

Angka yang dikeluarkan pemerintah menunjukkan jumlah korban tewas karena menolak ditangkap berjumlah 5.287 tahun lalu dan 1.569 pada 19 Mei tahun ini. Laporan PBB mengatakan angka-angka itu "sangat tinggi" dan banyak dari mereka tampaknya merupakan eksekusi di luar pengadilan.

Pemerintah Maduro menyebut laporan PBB sebagai "visi parsial selektif dan terbuka" tentang situasi tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Pakar HI: Penangkapan...
Pakar HI: Penangkapan Maduro Tidak Sesuai dengan Piagam PBB
Venezuela Minta Bantuan...
Venezuela Minta Bantuan PBB Selesaikan Masalah di Perbatasan dengan Kolombia
PBB Perluas Penyelidikan...
PBB Perluas Penyelidikan Dugaan Pelanggaran HAM di Venezuela
Maduro Bahas Ancaman...
Maduro Bahas Ancaman AS pada Venezuela dengan Sekjen PBB
PBB Dikecam Karena Tak...
PBB Dikecam Karena Tak Berdaya Hadapi Penculikan Maduro oleh AS
Purbaya Soroti AS Serang...
Purbaya Soroti AS Serang Venezuela: Hukum Dunia Agak Aneh, PBB Lemah
Berita Terkini
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
58 menit yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
2 jam yang lalu
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
3 jam yang lalu
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
4 jam yang lalu
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
5 jam yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved