Netanyahu Minta Proses Persidangannya Disiarkan Secara Langsung
Kamis, 26 September 2019 - 21:17 WIB
Netanyahu Minta Proses Persidangannya Disiarkan Secara Langsung
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta agar persidangannya disiarkan secara langsung. Netanyahu pekan depan akan menghadapi sidang pra-peradilan atas kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya.
Netanyahu mengatakan, sudah saatnya bagi masyrakat Israel untuk mendengarkan secara langsung semua fakta yang ada dari berbagai sisi, khsusnya dari sisi dirinya.
"Setelah tiga tahun membanjiri kebocoran media yang tendensius dan parsial, tiba saatnya bagi publik untuk mendengar semuanya, termasuk pihak saya," kata Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis di media sosial.
"Karena itu saya meminta jaksa agung membuka sidang untuk siaran langsung. Anda tahu bahwa transparansi memberikan kebenaran," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (26/9).
Seperti diketahui, Netanyahu diselidiki atas sejumlah kasus. Di mana, pada kasus pertama, yang dikenal sebagai Kasus 1000, Netanyahu dicurigai mendapatkan suap berupa hadiah, yang menurut polisi bernilai hampir USD 300 ribu, yang dia dapatkan dari pebisnis kaya.
Kasus lainnya, Kasus 2000, Netanyahu dituding meneriman tawaran adanya liputan positif dari salah satu media Israel, dengan balasan pembatasan peredaran media-media saingan media tersebut.
Netanyahu mengatakan, sudah saatnya bagi masyrakat Israel untuk mendengarkan secara langsung semua fakta yang ada dari berbagai sisi, khsusnya dari sisi dirinya.
"Setelah tiga tahun membanjiri kebocoran media yang tendensius dan parsial, tiba saatnya bagi publik untuk mendengar semuanya, termasuk pihak saya," kata Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis di media sosial.
"Karena itu saya meminta jaksa agung membuka sidang untuk siaran langsung. Anda tahu bahwa transparansi memberikan kebenaran," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (26/9).
Seperti diketahui, Netanyahu diselidiki atas sejumlah kasus. Di mana, pada kasus pertama, yang dikenal sebagai Kasus 1000, Netanyahu dicurigai mendapatkan suap berupa hadiah, yang menurut polisi bernilai hampir USD 300 ribu, yang dia dapatkan dari pebisnis kaya.
Kasus lainnya, Kasus 2000, Netanyahu dituding meneriman tawaran adanya liputan positif dari salah satu media Israel, dengan balasan pembatasan peredaran media-media saingan media tersebut.
(esn)