Dampak Blokade India di Kashmir, Pasar Sepi dan Apel Membusuk

Jum'at, 20 September 2019 - 10:59 WIB
Dampak Blokade India...
Dampak Blokade India di Kashmir, Pasar Sepi dan Apel Membusuk
A A A
SOPORE - Sekarang adalah musim panen tapi pasar di kota Sopore, Kashmir, yang biasa penuh orang, truk dan produk pertanian terlihat sepi.

Para pemilik kebun di penjuru Jammu dan Kashmir yang dikontrol India juga tidak memetik apel. Buah-buahan itu dibiarkan membusuk di ranting pohon.

Di salah satu wilayah penanam apel terbesar di dunia, blokade yang diterapkan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi membuat jaringan transportasi terputus dengan para pembeli di India dan luar negeri.

Para pemilik kebun apel dan pedagang mengakui industri apel di Kashmir mengalami pukulan berat akibat blokade pemerintah India. PM Modi berdalih pencabutan status otonom Kashmir bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengintegrasikan wilayah itu dengan seluruh India. Namun tindakan Modi itu justru melumpuhkan ekonomi Kashmir serta menyulut kebencian warga terhadap pemerintah India.

Sopore merupakan kota yang oleh warga lokal disebut “London Kecil” karena dipenuhi kebun-kebun apel yang rimbun, rumah-rumah besar dan warganya relatif makmur. Namun kini kota dan pasar di sana terlihat sepi. Rumah-rumah warga juga tampak terkunci.

“Semua orang takut. Tak ada seorang pun yang akan datang,” ungkap salah satu dari sedikit pedagang yang masih ada di pasar itu.

Apel-apel menjadi penggerak ekonomi Kashmir yang melibatkan 3,5 juta orang, atau sekitar setengah populasi di wilayah itu. Langkah PM Modi mencabut status istimewa Kashmir pada 5 Agustus itu terjadi saat musim panen sedang berlangsung. Tiba-tiba pergerakan warga dibatasi, jaringan internet dan telepon seluler diputus.

Pemerintah India menjanjikan pembangunan ekonomi cepat dan merencanakan pertemuan investor akhir tahun ini untuk menarik perusahaan India ke Kashmir, menciptakan lapangan kerja dan menarik pemuda agar menjauh dari militansi.

Namun dalam jangka pendek, para petani dan pedagang buah menyatakan blokade India itu menghentikan mereka membawa produk ke pasar atau mengirimkannya ke penjuru wilayah India. Beberapa orang juga mengaku diancam untuk tidak bekerja dengan kelompok militan.

Di beberapa kebun sekitar Sopore, apel-apel dibiarkan tetap tergantung membusuk di ranting pohon. “Kami terhalang dari kedua sisi. Kami tak bisa pergi ke sini atau ke sana,” tutur Haji, seorang pedagang yang duduk di dalam rumah dua lantai di Sopore.

Menurut para pedagang dan pebisnis, tak hanya industri buah yang terpukul, dua sektor lain yang penting bagi ekonomi Kashmir, yakni pariwisata dan kerajinan juga mengalami dampak terburuk.

Agen perjalanan pemilik rumah perahu di Srinagar, Shameem Ahmed menyatakan musim turis tahun ini telah terhenti total. “Agustus biasanya musim paling ramai, dan kami telah mendapat pesanan hingga Oktober. Akan membutuhkan waktu lama untuk pulih lagi dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata dia.

Sedikitnya turis membuat para pedagang karpet seperti Shoukat Ahmed harus merugi. “Saat tak ada turis, tak ada penjualan. Kami juga tak bisa menjual ke penjuru India karena komunikasi diputus,” ujar dia. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
43 menit yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
1 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
2 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
4 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved