Anwar Ibrahim Berharap Duduki Jabatan PM Malaysia Tahun Depan

Rabu, 18 September 2019 - 19:34 WIB
Anwar Ibrahim Berharap...
Anwar Ibrahim Berharap Duduki Jabatan PM Malaysia Tahun Depan
A A A
KUALA LUMPUR - Pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim mengatakan, dia mengharapkan untuk mengambil alih sebagai Perdana Menteri Malaysia pada pertengahan tahun depan. Anwar menekankan, apakah Mei 2020 adalah tanggal transisi kekuasaan dari Mahathir Mohamad kepada dirinya.

"Ada pemahaman bahwa itu seharusnya (pemidahan kekuatasan) sekitar waktu itu, tapi saya pikir saya tidak boleh terlalu picik tentang bulan yang tepat," kata Anwar, saat melakukan wawancara dengan Bloomberg.

"Tetapi, ada pemahaman bahwa dia (Mahathir) akan mengundurkan diri dan saya harus melanjutkanya (tugas Perdana Menteri Malaysia)," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu (18/9).

Batas waktu Mei 2020 adalah sejalan dengan sikap PKR, bahwa Anwar akan menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan dua tahun setelah pemilihan umum 2018, berdasarkan kesepakatan dalam koalisi Pakatan Harapan (PH).

Ketika Mahathir memimpin PH untuk menggulingkan Barisan Nasional dalam pemilihan Mei tahun lalu, Anwar menjalani hukuman lima tahun penjara karena sodomi, sebuah tuduhan yang menurutnya bermotivasi politik. Beberapa hari setelah kemenangan PH, Anwar, diberikan grasi kerajaan dari Raja Malaysia dan kembali ke arena politik.

Mahathir, yang menyebut dirinya "Perdana Menteri sementara", telah menegaskan kembali bahwa ia akan menyerahkan tongkat estafet kepada Anwar seperti yang disepakati, meskipun ia tampaknya tidak berkomitmen atas tenggat waktu penyerahan.

Namun, beberapa pihak mulai mengusulkan agar Mahathir menjalani masa jabatan penuh sampai pemilihan umum berikutnya pada tahun 2023. Di antara mereka yang mendukung usulan ini adalah Wakil Presiden PKR dan Menteri Urusan Ekonomi Malaysia, Azmin Al, yang memperdalam perpecahan di dalam partai.

Terkait usulan tersebut, Anwar mengatakan para pesaingnya tidak memiliki legitimasi akan hal itu.

"Tidak ada tanda-tanda pihak mana pun memperkenalkan atau mempromosikan atau melobi untuk nama lain. Itu tidak menghentikan ambisi individu lain," tambahnya, menggambarkan mereka sebagai tidak relevan.
(esn)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
28 menit yang lalu
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
1 jam yang lalu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
1 jam yang lalu
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
2 jam yang lalu
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
3 jam yang lalu
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
4 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved