Diplomat Moskow Retas Sistem FBI, Kedubes Rusia Minta Klarifikasi AS

Selasa, 17 September 2019 - 11:12 WIB
Diplomat Moskow Retas...
Diplomat Moskow Retas Sistem FBI, Kedubes Rusia Minta Klarifikasi AS
A A A
WASHINGTON - Kedutaan Besar Rusia akan meminta klarifikasi dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sehubungan laporan media tentang dugaan keterlibatan karyawan misi diplomatik negara itu dalam meretas sistem komunikasi FBI.

Pada hari Senin, portal Yahoo News melaporkan, mengutip mantan pejabat AS, bahwa pada bulan Desember 2016, pemerintahan Barack Obama telah memberikan lebih dari 30 diplomat Rusia waktu 72 jam untuk meninggalkan AS. Hal itu disebabkan beberapa kompleks di AS diketahui milik pemerintah Rusia dan setidaknya beberapa diplomat yang diusir telah memainkan peran penting dalam operasi kontra intelijen Rusia.

Operasi tersebut dilaporkan menargetkan sistem komunikasi FBI dan diduga menghambat kemampuan biro investigasi itu untuk melacak mata-mata Rusia di AS. Sebagai hasil dari operasi, FBI dan CIA dilaporkan dipaksa untuk menghentikan kontak dengan beberapa aset Rusia mereka. Operasi itu juga mendorong penguatan langkah-langkah keamanan di fasilitas keamanan nasional utama di wilayah Washington dan tempat-tempat lain.

"Sejumlah tuduhan tak berdasar yang terkandung dalam artikel terhadap diplomat dan anggota keluarga mereka menjadi ancaman langsung bagi keselamatan mereka," kata Kedutaan Besar Rusia dalam sebuah pernyataan.

"Kami bermaksud meminta klarifikasi dari Departemen Luar Negeri (AS) sehubungan dengan fakta bahwa publikasi provokatif semacam itu dapat mengarah pada tindakan kekerasan terhadap staf kedutaan dan orang yang mereka cintai," sambung pernyataan itu seperti disitir dari Sputnik, Selasa (17/9/2019).

Kedutaan Rusia memberi perhatian pada kenyataan bahwa penulis artikel tersebut tidak memberikan fakta atau bukti tunggal pelanggaran oleh warga negara Rusia terhadap norma dan hukum AS. Sebaliknya, Rusia menyebutnya sebagai upaya kikuk untuk menjustifikasi penyitaan properti diplomatik Rusia melalui operasi mata-mata mania.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sebelumnya menyebut laporan media i fantastis tentang dugaan penggunaan "dachas" atau senyawa oleh diplomat Rusia untuk memata-matai FBI.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
13 menit yang lalu
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
54 menit yang lalu
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
1 jam yang lalu
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
3 jam yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved