Pakar Kesehatan: Paling Cepat 2050 Malaria Dapat Diberantas

Selasa, 10 September 2019 - 10:37 WIB
Pakar Kesehatan: Paling...
Pakar Kesehatan: Paling Cepat 2050 Malaria Dapat Diberantas
A A A
LONDON - Malaria bisa diberantas dalam satu generasi menurut para pakar kesehatan global. Laporan yang disusun 41 pakar itu menyatakan masa depan bebas malaria bisa tercapai paling cepat pada 2050. Malaria merupakan salah satu penyakit paling tua dan paling mematikan di dunia. Laporan terbaru itu berbeda dengan kesimpulan tentang malaria oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Para pakar meminta WHO tidak menghindari dari target tersebut. “Untuk memenuhi target itu, semua negara, para pakar, dan pemimpin kesehatan publik, harus mengucurkan lebih banyak dana dan inovasi untuk memerangi malaria dan nyamuk yang menyebarkannya,” ungkap laporan itu dilansir Reuters. Berbagai langkah itu memerlukan ambisi, komitmen, dan kemitraan yang belum pernah ada sebelumnya.

“Sejak lama memberantas malaria telah menjadi mimpi yang jauh, tapi sekarang kita memiliki bukti bahwa malaria bisa dan harus diberantas pada 2050,” kata Richard Feachem, Direktur Global Health Group di Universitas California, San Francisco, memimpin review pemberantasan malaria yang disusun komisi jurnal medis The Lancet. “Kita harus menantang diri kita sendiri dengan target dan komitmen ambisius untuk bertindak demi mencapainya,” kata Feachem.

Laporan Komisi The Lancet itu muncul beberapa pekan setelah WHO merilis laporan tentang apakah malaria bisa diberantas. WHO menyimpulkan, pemberantasan malaria tak bisa tercapai dalam waktu dekat dan menetapkan target yang tidak masuk akal dengan biaya dan titik akhir tak diketahui dapat mengakibatkan frustrasi dan kritik.

Berbeda dengan laporan Komisi The Lancet, laporan WHO menyatakan prioritas saat ini harus dilakukan untuk pemberantasan malaria di masa depan dan mengurangi risiko kegagalan yang bisa membuang banyak dana dan menciptakan frustrasi semua pihak yang terlibat. Laporan The Lancet me nyatakan, otoritas kesehatan global dapat berkomitmen pada target waktu untuk pem berantasan sehingga memberi tujuan dan dedikasi untuk memerangi malaria.

Malaria telah menginfeksi sekitar 219 juta orang pada 2017 dan menewaskan sekitar 435.000 orang. Mayoritas korban tewas adalah bayi dan anakanak di kawasan paling miskin di Afrika. Karena terus terjadi penyebaran, setengah populasi dunia masih berisiko terkena malaria dan secara global menewaskan satu anak setiap dua menit.

Data ini hanya sedikit berubah dari 2016, tapi jumlah kasus global telah turun dari 239 juta orang pada 2010 menjadi 214 juta orang pada 2015 dan korban tewas dari 607.000 orang menjadi sekitar 500.000 orang mulai dari 2010 hingga 2013. Kepala Malaria No More, Martin Edlund menyatakan, dunia harus melakukan semua yang mungkin dilakukan untuk memberantas penyakit itu.

“Jika kita bisa mengurangi malaria sekarang, dunia akan mendapat banyak manfaat sosial, kemanusiaan dan ekonomi, serta menyelamatkan jutaan orang dari kematian sia-sia akibat gigitan nyamuk,” tutur dia. Doktor asal Tanzania yang turut memimpin Komisi The Lancet, Winnie Mpanju-Shumbusho menyatakan, pemberantasan malaria sangat penting bagi kesehatan publik.

Untuk memberantas malaria pada 2050, para pakar menyarankan tiga cara untuk mempercepat pemberantasan. Tiga cara itu adalah peralatan untuk memerangi malaria harus digunakan secara cermat, vaksin harus terus dikembangkan, dan dunia harus mendorong investasi menjadi sekitar USD2 miliar per tahun, untuk mempercepat kemajuan upaya pemberantasan malaria.
(don)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
32 menit yang lalu
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
55 menit yang lalu
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
1 jam yang lalu
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
1 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
2 jam yang lalu
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved