Iran Sebut Eropa Gagal Penuhi Komitmen Kesepakatan Nuklir
Minggu, 08 September 2019 - 22:54 WIB
Iran Sebut Eropa Gagal Penuhi Komitmen Kesepakatan Nuklir
A
A
A
TEHERAN - Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi mengatakan, negara Eropa penadatangan kesepakatan nuklir telah gagal memenuhi komitmen mereka berdasarkan pakta tersebut. Pernyataan ini datang tidak lama setelah Iran mengumumkan kembali mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan itu.
"Sayangnya, partai-partai Eropa telah gagal memenuhi komitmen mereka. Kesepakatan itu bukan jalan satu arah dan Iran akan bertindak sesuai dengan yang telah kami lakukan sejauh ini dengan secara bertahap menurunkan komitmen kami," ucap Salehi.
"Iran akan terus mengurangi komitmen nuklirnya selama pihak lain gagal melaksanakan komitmen mereka," sambungnya setelah bertemu dengan Kepala Badan Tenaga Atom Internasional(IAEA), Cornel Feruta di Teheran, seperti dilansir Arab News pada Minggu (8/9).
Sementara itu, sebelumnya juru bicara AEOI, Behrouz Kamalvandi mengaku bahwa mereka hampir saja mundur dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sesaat setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Namun, keputusan untuk mundur dari NPT dikeluarkan dari opsi untuk merespon penarikan mundur AS dari kesepakatan nuklir.
Kamalvandi menuturkan, menyusul penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran dan penerapan kembali sanksi, Teheran mempertimbangkan masalah penarikan dari NPT. Namun, setelah diskusi panjang, ungkap Kamalvandi, Iran merubah pikiranya dan tetap bertahan di perjanjian itu.
"Daftar berbagai langkah diajukan kepada Presiden Iran dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Daftar awal berisi banyak opsi, termasuk bahkan penarikan dari NPT, tetapi kemudian kami mempertimbangkan kembali ini," kata Kamalvandi.
"Sayangnya, partai-partai Eropa telah gagal memenuhi komitmen mereka. Kesepakatan itu bukan jalan satu arah dan Iran akan bertindak sesuai dengan yang telah kami lakukan sejauh ini dengan secara bertahap menurunkan komitmen kami," ucap Salehi.
"Iran akan terus mengurangi komitmen nuklirnya selama pihak lain gagal melaksanakan komitmen mereka," sambungnya setelah bertemu dengan Kepala Badan Tenaga Atom Internasional(IAEA), Cornel Feruta di Teheran, seperti dilansir Arab News pada Minggu (8/9).
Sementara itu, sebelumnya juru bicara AEOI, Behrouz Kamalvandi mengaku bahwa mereka hampir saja mundur dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sesaat setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Namun, keputusan untuk mundur dari NPT dikeluarkan dari opsi untuk merespon penarikan mundur AS dari kesepakatan nuklir.
Kamalvandi menuturkan, menyusul penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran dan penerapan kembali sanksi, Teheran mempertimbangkan masalah penarikan dari NPT. Namun, setelah diskusi panjang, ungkap Kamalvandi, Iran merubah pikiranya dan tetap bertahan di perjanjian itu.
"Daftar berbagai langkah diajukan kepada Presiden Iran dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Daftar awal berisi banyak opsi, termasuk bahkan penarikan dari NPT, tetapi kemudian kami mempertimbangkan kembali ini," kata Kamalvandi.
(esn)