RI akan Gelar Pertemuan Internasional Soal Diplomasi Digital

Rabu, 04 September 2019 - 22:02 WIB
RI akan Gelar Pertemuan...
RI akan Gelar Pertemuan Internasional Soal Diplomasi Digital
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dikabarkan akan menggelar pertemuan internasional mengenai diplomasi digital. Pertemuan yang memiliki nama "Regional Conference on Digital Diplomacy" (RCDD) ini rencananya akan digelar pekan depan.

Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Indonesia, Listiana Operananta menuturkan kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 150 orang wakil pemerintah, para pakar dan praktisi di bidang diplomasi digital, akademisi dan lembaga think tank serta sektor swasta terkait.

Para peserta, papar Listiana, berasal dari 10 negara ASEAN dan enam negara kawasan Asia dan Pasifik, yakni Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan Selandia Baru.

“Pertemuan RCDD pertama di kawasan yang digagas Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari International Seminar on Digital Diplomacy: Beyond Social Media yang diadakan di Jakarta pada 12 Juli 2018," ucapnya pada Rabu (4/9).

Wanita yang kerap disapa Listi ini menuturkan, RCDD akan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan terkait di kawasan untuk membahas peluang dan tantangan mengenai bagaimana diplomasi dijalankan di era digital, dan bagaimana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) digunakan secara efektif dalam diplomasi menuju kemajuan dan kemakmuran bersama.

RCDD, ungkap Listi, juga akan mendorong kerja sama di masa depan dalam mengurangi kesenjangan teknologi dan digital (technological and digital divide) di kawasan. Kegiatan ini diharapkan pula menjadi kesempatan bagi semua pihak yang hadir, termasuk sektor swasta, untuk membangun peluang kerja sama di bidang teknologi digital.

Konferensi ini akan menyepakati The Jakarta Message on Regional Cooperation on Digital Diplomacy yang berisi antara lain pengakuan akan pentingnya diplomasi digital, komitmen bersama dalam membangun pesan dan kerja sama diplomasi digital antara pemangku kepentingan terkait, termasuk seruan untuk membangun komunitas yang terbebas dari informasi palsu.

Listi menyebut, dokumen ini akan dilengkapi dengan sebuah rencana aksi untuk kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun jejaring regional guna meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk diplomasi.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
6 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved