Iran Kesampingkan Kemungkinan Negosiasi Ulang Kesepakatan Nuklir
Selasa, 03 September 2019 - 01:17 WIB
Iran Kesampingkan Kemungkinan Negosiasi Ulang Kesepakatan Nuklir
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengesampingkan kemungkinan renegosiasi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau yang lebih dikenal dengan nama kesepakatan nuklir. Hal itu disampaikan Zarif pasca melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di Moskow.
"Ini bukan tentang negosiasi ulang JCPOA, karena seperti yang Anda dan saya tahu mungkin lebih baik daripada orang lain, karena kami berdua terlibat dalam negosiasi ini sejak awal, tidak mungkin untuk membuka kotak Pandora ini dan menutupnya lagi," kata Zarif.
Zarif, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (3/9), kemudian melemparkan pujian kepada Rusia dan China atas upaya mereka yang bertujuan melestarikan perjanjian yang diteken tahun 2015 itu.
"Sifat hubungan kami dengan Rusia dan China berbeda dari hubungan kami dengan peserta JCPOA lainnya, karena kami percaya bahwa Iran, Rusia dan China tidak pernah berhenti bekerja sama," ungkapnya.
"Jadi kami menganggap Rusia dan China sebagai mitra yang telah memegang posisi kuat dan yang berkontribusi pada kelangsungan hidup JCPOA," sambung diplomat senior Iran tersebut.
Dia lalu menyatakan penyesalan atas kegagalan penandatanganan Eropa untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memenuhi kewajiban mereka sebagai penandatangan kesepakatan.
"Itulah mengapa kami harus melanjutkan percakapan kami dengan mereka, termasuk (selama) kunjungan saya ke Prancis, untuk memastikan bahwa Eropa akan dapat melaksanakan kewajiban mereka di bawah JCPOA," tukasnya.
"Ini bukan tentang negosiasi ulang JCPOA, karena seperti yang Anda dan saya tahu mungkin lebih baik daripada orang lain, karena kami berdua terlibat dalam negosiasi ini sejak awal, tidak mungkin untuk membuka kotak Pandora ini dan menutupnya lagi," kata Zarif.
Zarif, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (3/9), kemudian melemparkan pujian kepada Rusia dan China atas upaya mereka yang bertujuan melestarikan perjanjian yang diteken tahun 2015 itu.
"Sifat hubungan kami dengan Rusia dan China berbeda dari hubungan kami dengan peserta JCPOA lainnya, karena kami percaya bahwa Iran, Rusia dan China tidak pernah berhenti bekerja sama," ungkapnya.
"Jadi kami menganggap Rusia dan China sebagai mitra yang telah memegang posisi kuat dan yang berkontribusi pada kelangsungan hidup JCPOA," sambung diplomat senior Iran tersebut.
Dia lalu menyatakan penyesalan atas kegagalan penandatanganan Eropa untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memenuhi kewajiban mereka sebagai penandatangan kesepakatan.
"Itulah mengapa kami harus melanjutkan percakapan kami dengan mereka, termasuk (selama) kunjungan saya ke Prancis, untuk memastikan bahwa Eropa akan dapat melaksanakan kewajiban mereka di bawah JCPOA," tukasnya.
(esn)