Empat Warga Australia yang Dideportasi karena Demo Pro-Kemerdekaan Papua

Senin, 02 September 2019 - 16:05 WIB
Empat Warga Australia...
Empat Warga Australia yang Dideportasi karena Demo Pro-Kemerdekaan Papua
A A A
JAKARTA - Empat warga Australia dideportasi oleh pemerintah Indonesia setelah mereka berpartisipasi dalam demo mendukung kemerdekaan bagi provinsi Papua dan Papua Barat. Keempat warga asing itu beraksi dengan membawa bendera Bintang Kejora kecil.

Empat warga Australia yang dideportasi adalah Tom Baxter, 37, Cheryl Melinda Davidson, 36, Danielle Joy Hellyer, 31 dan Ruth Irene Cobbold, 25. Mereka sebelumnya ditahan oleh pasukan keamanan Indonesia setelah bergabung dalam demonstrasi di luar kantor wali kota di Sorong, Papua Barat pada 27 Agustus.

Tak hanya dideportasi, mereka juga terkena larangan perjalanan ke Indonesia selama enam bulan ke depan. Mereka dikawal oleh pejabat intelijen, polisi dan imigrasi Indonesia dalam penerbangan dari Papua ke Makassar menggunakan Batik Air. Dari sana, mereka melakukan perjalanan ke Denpasar, Bali untuk dideportasi ke Australia.

"Ya benar, kami mendeportasi empat orang, Australia, pagi ini karena mereka berpartisipasi dalam protes di depan kantor Wali kota Sorong pada 27 Agustus," kata Kepala Seksie Intelijen dan Penindakan Hukum Kantor Imigrasi Sorong, Cun Sudiharto.

“Mereka memegang bendera Bintang Kejora kecil di tangan mereka. Juga, mereka mengendarai sepeda bersama para pengunjuk rasa," ujarnya.

Cun mengatakan bahwa salah satu warga Australia, Davidson, berbicara dalam bahasa Indonesia dan para pejabat percaya bahwa sekelompok warga asing ini menyadari bahwa mereka berpartisipasi dalam protes.

"Mereka adalah turis, mereka berencana pergi ke Raja Ampat. Mereka sudah berada di Sorong sejak 10 Agustus," kata Cun.

Keempat orang itu telah berada di Sorong sejak 10 Agustus karena kapal yang ditumpangi Baxter, yang awalnya mengangkut mereka ke Maluku telah rusak.

Baxter, Hellyer dan Cobbold akan diterbangkan keluar dari Bali pada Senin (2/9/2019) malam pukul 22.25 dengan penerbangan Qantas QF44 ke Sydney dan mereka akan tiba pukul 06.25 pagi pada hari Selasa pagi.

Sedangkan Davidson akan terbang pada hari Kamis pukul 15.45 dari Denpasar dengan penerbangan Virgin Australia ke kota Australia lainnya.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, seperti dikutip The Sydney Morning Herald, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memberikan bantuan konsuler kepada empat warga Australia di Sorong. Departemen itu tidak akan memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan menyangkut privasi masing-masing.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
27 menit yang lalu
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
44 menit yang lalu
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
1 jam yang lalu
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
1 jam yang lalu
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
2 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved