AS Sanksi Bank Pendukung Hizbullah, Israel Semringah
Jum'at, 30 Agustus 2019 - 16:14 WIB
AS Sanksi Bank Pendukung Hizbullah, Israel Semringah
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat (AS), karena menjatuhkan sanksi kepada bank Lebanon pendukung Hizbullah. AS menjatuhkan sanksi pada Jammal Trust Bank dan anak perusahaannya.
"Saya memuji Presiden Donald Trump dan pemerintah Amerika atas keputusan penting untuk menjatuhkan sanksi pada bank Lebanon yang berfungsi sebagai lengan pembiayaan Iran untuk organisasi teroris Hizbullah," kata Netanyahu.
"Ini adalah langkah penting yang dirancang untuk memberi tekanan pada Iran dan para prokinya, yang bertindak melawan Israel. Saya juga meminta negara-negara lain untuk mengambil tindakan terhadap agresi Iran di Timur Tengah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (30/8).
Sebelumnya diwartakan, AS menjatuhkan sanksi kepada Jammal Trust Bank dan anak perusahaannya, karena diduga memfasilitasi kegiatan keuangan kelompok Hizbullah dengan menyalurkan uang kepada keluarga pelaku bom bunuh diri.
"AS bertekad untuk memotong dukungan di Lebanon untuk kelompok itu (Hizbullah). Pelanggaran Jammal Trust merusak integritas sistem keuangan Lebanon," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
Keputusan AS tersebut disesali oleh asosiasi bank-bank Lebanon. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal, asosiasi itu mengatakan langkah tersebut tidak akan mempengaruhi sektor perbankan Lebanon dan meyakinkan para deposan bahwa uang mereka di bank akan baik-baik saja.
"Saya memuji Presiden Donald Trump dan pemerintah Amerika atas keputusan penting untuk menjatuhkan sanksi pada bank Lebanon yang berfungsi sebagai lengan pembiayaan Iran untuk organisasi teroris Hizbullah," kata Netanyahu.
"Ini adalah langkah penting yang dirancang untuk memberi tekanan pada Iran dan para prokinya, yang bertindak melawan Israel. Saya juga meminta negara-negara lain untuk mengambil tindakan terhadap agresi Iran di Timur Tengah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (30/8).
Sebelumnya diwartakan, AS menjatuhkan sanksi kepada Jammal Trust Bank dan anak perusahaannya, karena diduga memfasilitasi kegiatan keuangan kelompok Hizbullah dengan menyalurkan uang kepada keluarga pelaku bom bunuh diri.
"AS bertekad untuk memotong dukungan di Lebanon untuk kelompok itu (Hizbullah). Pelanggaran Jammal Trust merusak integritas sistem keuangan Lebanon," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
Keputusan AS tersebut disesali oleh asosiasi bank-bank Lebanon. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal, asosiasi itu mengatakan langkah tersebut tidak akan mempengaruhi sektor perbankan Lebanon dan meyakinkan para deposan bahwa uang mereka di bank akan baik-baik saja.
(esn)