Cegah Serangan Drone Pembunuh Iran, Israel Gempur Wilayah Suriah
Minggu, 25 Agustus 2019 - 13:12 WIB
Cegah Serangan Drone Pembunuh Iran, Israel Gempur Wilayah Suriah
A
A
A
TEL AVIV - Militer Israel mengatakan pihaknya telah menyerang sasaran di Suriah pada Sabtu kemarin untuk menggagalkan apa yang dikatakannya sebagai serangan pesawat tak berawak "pembunuh" yang diluncurkan oleh Iran.
Israel telah melakukan ratusan serangan udara terhadap sasaran-sasaran milik Iran di Suriah selama beberapa tahun terakhir. Namun, serangan pada Sabtu kemarin tampaknya menjadi salah satu yang paling intens.
Di masa lalu Israel tidak cepat mengumumkan serangan udara. Namun, militer mengumumkan serangan hari Sabtu tidak lama setelah serangan itu terjadi.
Dalam briefing kepada wartawan, juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan bahwa Iran telah merencanakan untuk melancarkan serangan drone bermuatan bom ke Israel.
Ia menambahkan bahwa negara itu telah memantau rencana ini selama beberapa bulan dan pada hari Kamis telah mencegah Iran melancarkan serangan lebih awal.
"Ancamannya signifikan dan drone pembunuh ini mampu menyerang target dengan kapasitas yang signifikan," kata Conricus seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (25/8/2019).
Ia menggambarkannya sebagai serangan yang direncanakan dari atas ke bawah daripada serangan tingkat rendah. Conricus mengatakan pasukan al Quds dari Garda Revolusi Iran, serta milisi Syiah yang bersekutu, berada di belakang upaya serangan tersebut.
Ia menambahkan bahwa serangan Israel ditujukan pada sejumlah sasaran teror dan fasilitas militer milik pasukan Quds serta milisi Syiah di daerah tenggara Damaskus.
Conricus mengatakan bahwa kepala staf Israel sedang bertemu dengan perwira senior dan pasukan militer berada dalam siaga tinggi di dekat perbatasan dengan Suriah.
Iran diketahui mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Israel ingin mencegah Iran mendirikan basis permanen di Suriah, tempat proksi Syiahnya Hizbullah, beroperasi untuk mendukung pasukan pemerintah Assad.
Serangan udara itu memicu tembakan anti-pesawat Suriah. Stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa pertahanan udara telah menanggapi target "bermusuhan" atas Damaskus dan menembak jatuh rudal yang masuk tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Israel telah melakukan ratusan serangan udara terhadap sasaran-sasaran milik Iran di Suriah selama beberapa tahun terakhir. Namun, serangan pada Sabtu kemarin tampaknya menjadi salah satu yang paling intens.
Di masa lalu Israel tidak cepat mengumumkan serangan udara. Namun, militer mengumumkan serangan hari Sabtu tidak lama setelah serangan itu terjadi.
Dalam briefing kepada wartawan, juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan bahwa Iran telah merencanakan untuk melancarkan serangan drone bermuatan bom ke Israel.
Ia menambahkan bahwa negara itu telah memantau rencana ini selama beberapa bulan dan pada hari Kamis telah mencegah Iran melancarkan serangan lebih awal.
"Ancamannya signifikan dan drone pembunuh ini mampu menyerang target dengan kapasitas yang signifikan," kata Conricus seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (25/8/2019).
Ia menggambarkannya sebagai serangan yang direncanakan dari atas ke bawah daripada serangan tingkat rendah. Conricus mengatakan pasukan al Quds dari Garda Revolusi Iran, serta milisi Syiah yang bersekutu, berada di belakang upaya serangan tersebut.
Ia menambahkan bahwa serangan Israel ditujukan pada sejumlah sasaran teror dan fasilitas militer milik pasukan Quds serta milisi Syiah di daerah tenggara Damaskus.
Conricus mengatakan bahwa kepala staf Israel sedang bertemu dengan perwira senior dan pasukan militer berada dalam siaga tinggi di dekat perbatasan dengan Suriah.
Iran diketahui mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Israel ingin mencegah Iran mendirikan basis permanen di Suriah, tempat proksi Syiahnya Hizbullah, beroperasi untuk mendukung pasukan pemerintah Assad.
Serangan udara itu memicu tembakan anti-pesawat Suriah. Stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa pertahanan udara telah menanggapi target "bermusuhan" atas Damaskus dan menembak jatuh rudal yang masuk tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
(ian)