ASEAN Rangkul China dalam Kerjasama Indo-Pasifik, AS: Tidak Masalah

Rabu, 21 Agustus 2019 - 17:03 WIB
ASEAN Rangkul China...
ASEAN Rangkul China dalam Kerjasama Indo-Pasifik, AS: Tidak Masalah
A A A
HONOLULU - Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak mempermasalahkan bahwa ASEAN ingin merangkul China dalam kerjasama di kawasan Indo-Pasifik. ASEAN dalam pandangannya soal Indo-Pasifik menganut inklusifitas, yang berarti merangkul semua pihak dalam kerjasama di kawasan ini, termasuk di dalamnya China.

Kepala Strategi, Kebijakan dan Rencana untuk Komando Indo-Pasifik AS atau Indopacom, Brigadir Jenderal Joel B. Vowell menuturkan pihaknya sangat menyambut baik langkah yang diambil oleh ASEAN tersebut.

"Jadi, saya akan menyatakan dengan sangat jelas bahwa AS tidak ingin mengecualikan China dari Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Ini untuk semua orang. Itu benar-benar nilai-nilai yang kami miliki di sini dari kerangka kerja keamanan hingga kerangka kerja pembangunan ekonomi, jadi kami tidak berusaha mengeluarkan China dari itu," ucapnya saat melakukan pertemuan dengan jurnalis Asia Tenggara di markas Indopacom di Honolulu, Hawaii.

Dia menuturkan, kekhawatiran AS adalah khusus pada pemerintah China dan Tentara Pembebasan Rakyat, apa yang benar-benar mereka inginkan dengan beberapa basis di kawasan dan apa yang benar-benar mereka inginkan dengan beberapa di antaranya. "Kami telah melihat riwayat perilaku dari China yang merusak," ucapnya.

Vowell mengatakan, hal itu melibatkan semua aspek pemerintahan untuk menjebak negara dalam memihak satu pihak. Beberapa di antaranya disebut diplomasi utang, atau paksaan ekonomi. Dia memparkan ada model-model seperti Sri Lanka dan lainnya yang semacam itu diberikan, Palau diberi rasa itu dari China dengan memotong wisatawan China. Hal itu, ungkap Vowell, sesuatu yang bertentangan dengan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Dirinya kemudian menyebut AS percaya bahwa jika China akan berpartisipasi dalam tatanan internasional, dan tidak mencoba mengubahnya, tidak akan ada masalah.

"Mereka dipersilakan untuk bangkit atau menyambut untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan, baik dalam kedaulatan mereka sendiri, itu masuk akal, tetapi AS-Indopacom tidak mencoba untuk menghentikan China dari pengembangan, kami ingin menghentikan perilaku merusak yang mencegah kebebasan dan keterbukaan Indo-Pasifik," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Berita Terkini
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
1 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
2 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
3 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
4 jam yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
6 jam yang lalu
Infografis
Respons China saat AS...
Respons China saat AS Hendak Jual Jet Tempur F-35 ke India
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved