Gajah Kelaparan Ini Diarak untuk Festival Buddha di Sri Lanka

Kamis, 15 Agustus 2019 - 13:40 WIB
Gajah Kelaparan Ini...
Gajah Kelaparan Ini Diarak untuk Festival Buddha di Sri Lanka
A A A
KOLOMBO - Seekor gajah berusia 70 tahun yang sangat kurus dan kelaparan "disiksa" oleh pemiliknya dengan diarak untuk meramaikan sebuah festival di Sri Lanka. Kondisi tubuh gajah yang mengerikan ditutupi dengan kostum festival sehingga banyak orang tak menyadarinya.

Save Elephant Foundation, yayasan perlindungan gajah, mengungkap kondisi satwa bernama Tikiiri tersebut. Foto-foto kondisi Tikiiri telah dibagikan pada hari Senin untuk menandai Hari Gajah Sedunia.

Setiap tulang rusuk dapat dilihat di tubuh Tikiiri. Meski tubuhnya lemah, satwa ini akan bekerja bersama 60 gajah lainnya untuk Festival Perahera yang akan berlangsung selama sepuluh hari.

Festival sepuluh hari tersebut merupakan festival Buddha yang menampilkan hewan-hewan yang didekorasi bersama dengan banyak seniman termasuk penari, pemain sulap hingga musisi. Petugas pemadam kebakaran juga diikutkan dalam festival.

"Tikiri bergabung dalam pawai setiap malam dari awal hingga larut malam selama sepuluh malam berturut-turut, di tengah-tengah kebisingan, kembang api, dan asap," kata Save Elephant Foundation dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/8/2019).

"Dia berjalan beberapa kilometer setiap malam sehingga orang-orang akan merasa diberkati selama upacara," lanjut yaysan itu dikutip Mirror. "Tidak ada yang melihat tubuh kurusnya atau kondisinya yang melemah, karena kostumnya."

"Tidak ada yang melihat air mata di matanya, terluka oleh cahaya terang yang menghiasi topengnya, tidak ada yang melihat kesulitannya untuk melangkah ketika kakinya dibelenggu pendek saat dia berjalan," lanjut Save Elephant Foundation.

"Bagaimana kita bisa menyebut (festival) ini suatu berkah, atau sesuatu yang suci, jika kita membuat hidup makhluk lain menderita?," imbuh yayasan tersebut.
Gajah Kelaparan Ini Diarak untuk Festival Buddha di Sri Lanka
Foto/Save Elephant Foundation/Facebook
Save Elephant Foundation mengatakan Tikiiri bekerja untuk Tooth Temple (Kuil Gigi) di kota Kandy. Yayasan itu mendesak orang-orang untuk menulis surat kepada Perdana Menteri Sri Lanka agar mengakhiri kekejaman terhadap satwa tersebut.

"Kami tidak dapat membawa dunia yang damai kepada gajah jika kami masih berpikir bahwa gambar ini dapat diterima," kata yayasan itu.

"Mencintai, tidak menyakiti, mengikuti jalan kebaikan dan kasih sayang, ini adalah Jalan Buddha. Inilah saatnya untuk mengikutinya."

Yayasan nirlaba tersebut berfokus pada penyediaan perawatan untuk populasi gajah tawanan Thailand. Yayasan yang didirikan oleh Sangdeaun Lek Chailert itu mulai mengadvokasi kesejahteraan gajah di Asia karena kecintaannya pada simbol nasional negara tersebut dan kekhawatiran tentang spesies yang terancam punah.

"Ini adalah misi kami untuk menyelamatkan gajah Asia dari kepunahan dan memberikan kehidupan yang layak bagi gajah jinak dengan melestarikan habitat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang praktik perawatan manusia," kata Save Elephant Foundation.

Save Elephant Foundation mengelola Elephant Nature Park—tempat perlindungan gajah di Chiang Mai, Thailand Utara—di antara sejumlah proyek lainnya.

World Animal Protection memperkirakan 3.000 gajah dieksploitasi untuk hiburan di seluruh Asia, dengan 77 persen diperlakukan secara kejam.

Seorang juru bicara Sacred Tooth Relic mengatakan kepada Metro.co.uk bahwa mereka selalu peduli pada satwa selama festival berlangsung.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
13 menit yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
1 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
1 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
3 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
3 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved