Dua Bomber Rusia Dekati Alaska, Parkir Senjata Nuklir di Depan Pintu AS

Kamis, 15 Agustus 2019 - 07:17 WIB
Dua Bomber Rusia Dekati...
Dua Bomber Rusia Dekati Alaska, Parkir Senjata Nuklir di Depan Pintu AS
A A A
MOSKOW - Militer Rusia mengerahkan dua pesawat pengebom (bomber) Tu-160 berkemampuan nuklir ke wilayah timur jauh Rusia di seberang Alaska sebagai bagian dari latihan. Menurut media pemerintah, pengerahan sepasang pesawat pengebom itu untuk menunjukkan kemampuan Moskow memarkir senjata nuklir di depan pintu Amerika Serikat (AS).

Pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-160—di Rusia dijuluki Angsa Putih—adalah pesawat supersonik era Soviet yang mampu membawa hingga 12 rudal nuklir jarak pendek dan terbang 12.000 km tanpa henti tanpa pengisian ulang bahan bakar.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat-pesawat itu telah menempuh jarak lebih dari 6.000 km (3.728 mil) selama lebih dari delapan jam dari pangkalan mereka di Rusia barat untuk ditempatkan di Anadyr, wilayah Chukotka, yang berada di seberang Alaska.

Menurut kementerian tersebut, penerbangan sepasang bomber Angsa Putih itu adalah bagian dari latihan taktis yang akan berlangsung hingga akhir minggu ini. Selain itu, juga dirancang untuk melatih kemampuan Angkatan Udara untuk beraksi kembali ke lapangan udara operasional dan untuk mempraktikkan pengisian bahan bakar air-to-air (udara-ke-udara).

Rekaman video dari Kementerian Pertahanan yang dilansir Reuters, Kamis (15/8/2019), menunjukkan sepasang pesawat lepas landas dalam kegelapan dan mendarat di siang hari di lapangan terbang yang terletak di tengah medan berumput datar di timur jauh Rusia.

Penerbangan itu dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat atas kontrol senjata antara Moskow dan Washington. Amerika Serikat telah menarik diri dari pakta rudal nuklir terpenting dengan Rusia bulan ini setelah menuduh Moskow melanggar perjanjian tersebut. Tuduhan itu sudah berulang kali dibantah Kremlin.

Pihak Duta Besar AS untuk Moskow mengatakan pada hari Rabu bahwa perjanjian senjata lainnya antara kedua negara sudah usang dan bisa dihapus ketika berakhir pada 2021 dan diganti dengan yang lain.

Pada hari Selasa, Kremlin mengklaim telah memenangkan perlombaan untuk mengembangkan senjata nuklir mutakhir meskipun telah mengalami kecelakaan roket misterius minggu lalu di Rusia utara yang menewaskan sedikitnya lima ahli nuklir dan menyebabkan lonjakan tingkat radiasi secara singkat.

20 Menit dari Alaska


Surat kabar pemerintah Rusia, Rossiiskaya Gazeta, mengatakan di situs webnya pada hari Rabu bahwa penerbangan sepasang Tu-160 menunjukkan kemampuan Moskow untuk membasiskan bomber nuklir dalam waktu 20 menit waktu penerbangan dari wilayah AS.

"Jarak dari Anadyr ke Alaska kurang dari 600 km (372 mil)—untuk Tu-160 yang membutuhkan waktu 20 menit termasuk tinggal landas dan mendapatkan ketinggian," tulis surat kabar tersebut.

"Selain itu, kemampuan rudal yang dibawa pesawat akan memungkinkannya untuk meluncurkan (rudal) mereka tanpa meninggalkan wilayah udara Rusia. Jika perlu, target pertama bomber bisa berupa stasiun radar dan posisi rudal pencegat yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal AS."

Tu-160—yang dinamai Blackjack oleh NATO—telah terbang di masa lalu dari pangkalan di Rusia ke Suriah, di mana pesawat itu mengebom pasukan pemberontak yang menentang Presiden Bashar al-Assad, salah satu sekutu terdekat Moskow di Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan total sekitar 10 pesawat pengebom TU-160 dan pesawat Tu-95MS serta Il-78 terlibat dalam latihan tersebut.

Rusia sedang dalam proses memodernisasi Tu-160. Presiden Vladimir Putin pada tahun lalu memuji versi Tu-160 yang ditingkatkan setelah menontonnya dalam penerbangan. Dia juga mengatakan akan meningkatkan kemampuan senjata nuklir Rusia.

Sepuluh dari pengebom nuklir Tu-160M ​​yang modern akan dikirim ke Angkatan Udara Rusia dengan biaya masing-masing 15 miliar rubel (USD227 juta) antara sekarang hingga 2027.

Produsen pesawat, Tupolev, mengatakan kemampuan versi modern adalah 60 persen lebih efektif daripada pesawat versi lama dengan peningkatan signifikan pada persenjataan, navigasi, dan avioniknya.

Penerbangan serupa dilakukan setahun lalu ke Anadyr, di mana media pemerintah mengatakan lapangan udara lokal telah dimodernisasi untuk dapat menerima pesawat yang lebih besar seperti Tu-160.
(mas)
Berita Terkait
Trump Segera Temui Putin...
Trump Segera Temui Putin usai Ribut-ribut Senjata Nuklir
Lavrov: Rusia Sedang...
Lavrov: Rusia Sedang Kerjakan Perintah Putin Tentang Uji Senjata Nuklir
Trump Perintahkan AS...
Trump Perintahkan AS Uji Senjata Nuklir, Rusia Janji Bertindak Serupa
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
Trump Klaim Putin Dukung...
Trump Klaim Putin Dukung Gagasan Pengurangan Stok Senjata Nuklir AS dan Rusia
Menhan Belousov: Rusia...
Menhan Belousov: Rusia Harus Bersiap Uji Senjata Nuklir Skala Penuh untuk Merespons AS
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
31 menit yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
1 jam yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
9 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
10 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
12 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved