Kebijakan Indo-Pasifik AS Lebih Condong pada Kebijakan Militer

Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:47 WIB
Kebijakan Indo-Pasifik...
Kebijakan Indo-Pasifik AS Lebih Condong pada Kebijakan Militer
A A A
STANFORD - David M Lampton, pengamat dari Institut Freeman Spogli untuk Studi Internasioal Universitas Stanford menuturkan bahwa dia melihat visi atau kebijakan Indo-Pasifik Amerika Serikat (AS) akan lebih condong kepada militer.

Lampton, yang berbicara saat melakukan pertemuan dengan sejumlah jurnalis dari Asia Tenggara, menuturkan bahwa sejatinya tidak yakin apakah AS memiliki visi Indo-Pasifik. Dia menuturkan hal pertama yang perlu diingat ketika mendengar bahwa AS percaya bahwa mereka memiliki visi adalah banyaknya perbedaan pandangan di dalam AS. AS menganut sistem federal dengan birokrasi yang cukup rumit.

"Jadi, AS diyakini memiliki kebijakan, strategi hampir di semua subyek. Bayangkan banyaknya pandangan dan pendapat tandingan, yang terkadang sangat berbeda. Saya tidak yakin bahwa AS memiliki visi," ucapnya.

"Kedua, saya ingin mengatakan apapun visi dari wilayah ini dimulai ketika, apakah Trump mau mengakui atau tidak, saat (George) Bush menempatkan peringatakan kepada India. Jadi, Bush berhak mendapatkann kredit atau apapun untuk itu. Jadi ketika kita memikirkan mengenai poros, yang dibentuk di masa (Hillary) Clinton dan (Barack) Obama, itu adalah upaya untuk merubah sumber daya ke arah itu, tapi bukan hanya secara militer tapi ekonomi, kebudayaan dan lain sebagainya," sambungnya, Selasa (13/8/2019).

Hal ketiga, papar Lampton, walaupun ekonomi, kebudayaan, militer berusaha untuk seimbang menjadi kebijakan yang komprehensif di AS, tetapi tidak semua hal ini memiliki sumber daya yang sama. Lampton menyebut saat ini, militer hampir semua uang. "Jadi apapun visi itu, hampir pasti condong kepada militer," cetusnya.

"Jadi, saya kira pada dasarnya AS memiliki kecenderungan dan kecenderungan itu lebih kepada karakter militer, meski kita berbicara kepada orang-orang mungkin ada komponen ekonomi dan mungkin ada kompenen kebudayaan. Tapi, yang akan kita lihat adalah lebih kepada militer," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
35 menit yang lalu
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
6 jam yang lalu
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
7 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved