CSIS Sebut Trump 'Keluar Jalur' dalam Pendekatan di Asia Pasifik

Kamis, 08 Agustus 2019 - 08:18 WIB
CSIS Sebut Trump Keluar...
CSIS Sebut Trump 'Keluar Jalur' dalam Pendekatan di Asia Pasifik
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai memiliki pendekatan yang berbeda mengenai kawasan Asia Pasifik. Salah satunya adalah dengan memperlebar konsep Indo-Pasifik.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Senior Simon Chair bidang Ekonomi Politik dan Penasihat Ekonomi Asia Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Mathtew P. Goodman. Simon Chair adalah bagian dari CSIS yang mengeksplor isu-isu terkini dalam kebijakan ekonomi internasional yang fokus pada kawasan Asia-Pasifik.

Goodman mengatakan setiap Presiden sejak era Perang Dunia II memiliki pendekatan yang hampir serupa mengenai Indo-Pasifik yaitu AS hadir disana sebagai kekuatan militer, di mana sejak Perang Dunia II AS memiliki kehadiran militer disana. Bahkan, pada faktanya AS terlibat dalam dua perang di kawasan itu.

"Kami memiliki kehadiran politik yang kuat di seluruh wilayah dan kami memiliki pendekatan ekonomi dan hal itu konsisten dianut setiap pemerintahan," ujarnya.

"Setiap pemerintah memiliki sebutan sendiri dari Asia Pasifik hingga Indo-Pasifik, karena pemerintahan sekarang ingin memperluas konsep Asia Pasifik ke kawasan Samudera Hindia untuk alasan yang baik sebab kami memiliki kepentingan di Asia Tenggara dan kawasan Samudera Hindia," jelasnya.

"Tapi, apapun namanya, secara umum ini adalah strategi yang sama," tegasnya saat melakukan pertemuan dengan media dari Asia Tenggara di kantor pusat CSIS di Washington, Rabu (8/8/2019).

Ia kemudian menyebut salah satu perbedaan yang paling mencolok dari pendekatan Trump adalah mengesampingkan setiap kerja sama multilateral dan lebih memilih kerja sama bilateral.

"Tapi, yang berbeda dari pendekatan yang dianut oleh pemerintahan Donald Trump adalah melebarkan konsep Asia, termasuk India dan Samudera Hindia. Perbedaan lainnya adalah pendekatan dalam perdagangan juga berbeda, pemerintah saat ini kurang tertarik dengan, bahkan telah mengambil langkah untuk menurunkan pendekatan kami insiatiif perdagangan multilateral dan lebih condong pada bilateral," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
50 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
2 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
3 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved