Venezuela Sebut Sanksi Baru AS Serangan Serius

Rabu, 07 Agustus 2019 - 10:53 WIB
Venezuela Sebut Sanksi...
Venezuela Sebut Sanksi Baru AS Serangan Serius
A A A
CARACAS - Venezuela menyatakan keputusan Gedung Putih untuk membekukan semua aset negara kaya minyak itu sebagai sebuah serangan baru dan serius.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan sanksi baru yang dijatuhkan oleh Pemerintahan Donald Trump adalah tindakan terbaru dari serangkaian tindakan terorisme ekonomi sewenang-wenang terhadap rakyat Venezuela.

"Washington telah mengeluarkan perintah eksekutif lain yang bertujuan untuk memformalkan embargo ekonomi, keuangan, dan perdagangan kriminal yang telah berlangsung, yang telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Venezuela dalam beberapa tahun terakhir," kata kementerian itu.

"Elite yang berkuasa di Amerika Serikat bertujuan untuk memberikan status hukum kepada embargo semua aset dan properti milik negara Venezuela," tambah kementerian itu seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (7/8/2019).

Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada hari Senin, mengumumkan semua properti dan kepentingan di properti pemerintah Venezuela yang ada di Amerika Serikat diblokir dan tidak boleh ditransfer, dibayar, diekspor, ditarik, atau ditangani dengan cara lain.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan alih-alih mendukung proses konsiliasi yang sedang berlangsung antara partai sosialis yang berkuasa di Venezuela dan oposisi sayap kanan, Washington berharap tekanan keuangan akan menghasilkan ketidakpuasan yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

"Melalui langkah-langkah intervensi yang diperbarui, jelas bahwa pemerintah AS dan sekutunya bertaruh pada kegagalan dialog politik di Venezuela," kata kementerian itu.

Pemerintah Venezuela berjanji untuk terus melanjutkan pembicaraan dengan oposisi, terlepas dari sanksi yang dijatuhkan oleh AS.

"Presiden Maduro meratifikasi seruannya untuk persatuan di antara semua sektor Venezuela guna menghadapi fase baru terorisme ekonomi dan politik ini," kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa perintah eksekutif tersebut melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB.
(ian)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Maduro Klaim AS Dorong...
Maduro Klaim AS 'Dorong' Istrinya untuk Ceraikan Dia
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
2 jam yang lalu
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
2 jam yang lalu
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
3 jam yang lalu
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
3 jam yang lalu
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
4 jam yang lalu
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved