Kapal Induk Nuklir AS Muncul di Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Selasa, 06 Agustus 2019 - 22:38 WIB
Kapal Induk Nuklir AS...
Kapal Induk Nuklir AS Muncul di Wilayah Sengketa Laut China Selatan
A A A
BEIJING - Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) , USS Ronald Reagan, muncul di sekitar wilayah sengketa di Laut China Selatan . Kapal itu muncul setelah hari Minggu lalu kepala Pentagon Mark Esper menuduh Beijing mengganggu stabilitas Indo-Pasifik.

"Kehadiran militer Amerika di Laut China Selatan membantu memberikan keamanan dan stabilitas yang mendorong pembicaraan diplomatik," kata komandan USS Ronald Reagan, Laksamana Muda Karl Thomas, pada hari Selasa (6/8/2019), seperti dikutip AP.

Bos Pentagon atau Menteri Pertahanan AS Mark Esper telah menyentil China atas dominasi klaim wilayah Laut China Selatan. "Tidak ada satu negara yang dapat atau harus mendominasi wilayah Indo-Pasifik," katanya.

"Washington berdiri dengan tegas terhadap pola agresif yang mengganggu dan perilaku tidak stabil dari China," katanya lagi.

Beijing telah mengumumkan bahwa pasukannya akan mengadakan latihan militer di dekat Kepulauan Paracel di Laut China Selatan pada hari Selasa dan Rabu.

Awal tahun ini, Senat AS mengusulkan kembali South China Sea and East China Sea Sanctions Act atau Undang-Undang Sanksi Laut China Selatan dan Laut China Timur. Jika disahkan, undang-undang itu akan meminta pemerintah AS untuk menyita aset keuangan yang berbasis di AS dan mencabut atau menolak visa kepada perusahaan-perusahaan China dan orang-orang yang terlibat dalam pernyataan dari klaim legal Beijing atas Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Pada akhir Mei, Kementerian Luar Negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Beijing sangat menentang usulan undang-undang oleh Senat AS yang akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang dianggapnya mengancam stabilitas di Laut China Selatan.

“Pembangunan di wilayah China di Laut China Selatan adalah masalah yang sepenuhnya berada dalam kedaulatan kami. (Tindakan Senat AS) bertentangan dengan hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," kata kementerian tersebut, yang mendesak AS untuk tidak mengesahkan undang-undang itu demi menjaga hubungan bilateral dengan Beijing.

Selain Beijing, Kepulauan Spratly dan Kepulauan Paracel—yang merupakan wilayah paling sering disengketakan di Laut China Selatan—juga diklaim oleh Taiwan, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Beijing telah menetapkan kontrol de facto atas Kepulauan Paracel sejak 1974.

Namun, AS secara teratur mengirimkan kapal perangnya ke wilayah sengketa itu untuk melaksanakan apa yang disebutnya sebagai misi "kebebasan navigasi". Beijing melihat misi kapal-kapal perang Amerika itu sebagai gerakan provokatif, dan telah mendesak Washington untuk menghentikan praktiknya.
(mas)
Berita Terkait
AS Kirim Dua Kapal Induk...
AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS Kerahkan 3 Kapal...
AS Kerahkan 3 Kapal Induk ke Indo-Pasifik, Warning bagi China
Dua Kapal Induk AS Bermanuver...
Dua Kapal Induk AS Bermanuver di Laut Filipina, Waswas Konflik dengan China
Jalankan Operasi, Dua...
Jalankan Operasi, Dua Kapal Induk Amerika Dikirim ke Laut China Selatan
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
16 menit yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
51 menit yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
1 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
3 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
4 jam yang lalu
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved